13.8.26

Paguyuban Regina Pacis Bajawa; Bersatu Dalam Iman, Bertumbuh Dalam Cinta

VOXRATEWATI.Com. By Siprianus Wara

        Foto insert: Pater Nando,OCD          sedang memberikan rekoleksi


Paguyuban Regina Pacis Bajawa merayakan peringatan pelindung sekolah bagi tingkat TKK, SD, SMP, SMA Regina Pacis Bajawa. Dalam rangkaiannya sejak 13 - 15 Agustus 2026 bertempat di SMAS Regina Pacis Bajawa. Puncak rangkaian kegiatan ini dijadikan sebagai pesta family dalam komunitas Regina Pacis yakni pada 15 Agustus hari raya Bunda Maria diangkat ke surga.  Berbagai kegiatan mengikutsertakan guru dan tenaga kependidikan dari tingkat TKK hingga SMA. 

Momen ini diawali dengan rekoleksi bersama oleh Pater Nando, OCD. Dalam materi rekoleksinya Pater Nando memberikan penguatan melalui refleksi dan permainan. Intisari dari rekoleksi bagi segenap komunitas Regina Pacis bahwa membangun paguyuban Regina Pacis dalam spiritual Katolik: United In Faith, Growing in Love". 

Paguyuban Regina Pacis dipandang sebagai rahim yang melahirkan generasi berilmu, berkarakter, dan berguna bagi masyarakat. Regina Pacis sebagai rumah pengharapan, cinta, dan cita-cita luhur. Paguyuban ini sebagai one cummunity, one family yang bertumbuh dalam iman dan sukacita dalam pelayanan. 

Segenap anggota komunitas para suswa, para guru dan pegawai dilanjutkan dengan kegiatan jalan sehat bersama sekaligus menyosong Hari Proklamasi ke 81 RI. Paguyuban Regina Pacis berani menjadikan komunitas yang hidup dengan terus menumbuhkan dan menghidupi budaya keteladanan, self of belonging, dan melakukan hal yang kecil dengan cinta yang besar (Mother Teresa).

Kegiatan ini diakhiri dengan perayaan ekaristi di kapela Ratu Damai pada 15 Agustus 2026 yang dipimpin oleh Romo Sil Betu, Ketua Yasukda Ngada. Segenap komunitas mengikuti semua rangkai kegiatan dengan penuh sukacita dan keakraban sebagai satu rumah bersama.***





7.8.26

Kalender Adat Suku Lio

VOXRATEWATI.Com. By Siprianus Wara

Repost:

📅 Kalender Kerja Adat Lio Lengkap: Wula Beke Ria, Beke Lo’o, Fowo, Balu & Lainnya
 
Betul sekali saudara! Ini adalah nama asli warisan nenek moyang, setiap nama menceritakan keadaan alam, persediaan makanan, dan tugas yang wajib dikerjakan. Ada sedikit selisih bunyi antar kampung, namun maknanya tetap satu hati 🙏
 
Catatan: Wula artinya Bulan atau waktu berjalan. Semua diatur oleh tanda alam, bukan angka mati.
 
 
 
🧭 12 Nama Bulan Asli & Makna Kerjanya
 
(Sesuai sebutan yang kau berikan + pelengkapnya)
 
🟥 Wula Beke Ria ≈ Sekitar Januari
 
- Arti: Beke = sedikit/kurang; Ria = besar/utama → Masa Paceklik Besar
- Kondisi: Persediaan beras lama hampir habis, belum ada panen baru
- Tugas: Hemat makan, cari umbi hutan, perbaiki alat pertanian, banyak berdoa di Sao Ria
- Pesan: “Belajar berbagi sedikit dengan saudara yang lebih kekurangan”
 
🟧 Wula Beke Lo’o ≈ Sekitar Februari
 
- Arti: Lo’o = sedang/berkurang → Paceklik Sedang, Tanda Mulai Ada Makanan Baru
- Kondisi: Mulai bisa memetik jagung muda, kacang, labu untuk penambah makan
- Tugas: Menjaga ladang agar tidak dimakan hewan liar, lanjut menyiangi rumput
- Ritual: Kadang ada Nggua Uta – memohon izin memakan hasil pertama kebun
 
🟨 Wula Fowo / Powo ≈ Sekitar Maret
 
- Arti: Musim Banjir & Padi Mulai Menguning
- Kondisi: Hujan sering turun lebat, padi mulai besar menguning di batang
- Tugas: Memperkuat pagar ladang, membuat saluran air agar tanaman tidak rusak banjir
- Sikap: Waspada, jaga api unggun, jangan berjalan jauh saat hujan deras
 
🟩 Wula Nduru / Duru ≈ Sekitar April
 
- Arti: Padi Mulai Masak & Siap Dipanen
- Tugas: Membuat pagar sementara menjaga padi agar tidak dimakan burung
- Ritual: Ka Poka – panen pertama diserahkan ke Mosalaki sebagai syukur
 
🟩 Wula More / Mohe ≈ Sekitar Mei
 
- Arti: Menyimpan Hasil ke Lumbung
- Tugas: Menjemur padi, menumbuk, menyimpan rapi ke lumbung agar tahan lama
- Pesta: Mi Are – makan nasi baru bersama seluruh warga kampung
 
🟦 Wula Balu / Balu Ree / Balu Jie ≈ Sekitar Juni–Juli
 
- Arti: Bulan Sibuk Bekerja / Bulan Penuh Tugas
- Kondisi: Panen selesai, sekarang giliran mengurus hal lain
- Tugas Utama: Memperbaiki rumah, memperkuat pagar tanah, menyelesaikan urusan belis/pernikahan, menenun, membuat alat baru
- Makna: Bukan sibuk demi uang, tapi sibuk merawat apa yang sudah kita miliki
 
🟦 Wula Mapa ≈ Sekitar Agustus
 
- Arti: Masa Mempersiapkan Langkah Baru
- Tugas: Mulai memantau tanda alam, membersihkan semak di lahan yang akan dibuka tahun depan
 
🟪 Wula Base / Leru Hera ≈ Sekitar September
 
- Arti: Menyiangi & Membuka Lahan
- Tugas: Menebang semak, membabat hutan muda untuk ladang tahun mendatang
 
🟪 Wula Jelu Jena / Nggaka ≈ Sekitar Oktober
 
- Arti: Lahan Sudah Bersih, Menanti Hujan Turun
- Tugas: Membakar lahan dengan hati-hati, persiapan benih pilihan
- Ritual: Ngeti Uma / Po’o – izin membuka ladang baru
 
🟫 Wula Bara / Roko Riwu ≈ Sekitar November
 
- Arti: Tanda Hujan Mulai Turun
- Tugas: Menanam benih padi
- Ritual: Tedo Pare – upacara tanam pertama oleh Mosalaki
 
🟫 Wula Kebe Pale Ae / Reto ≈ Sekitar Desember
 
- Arti: Musim Hujan Penuh, Semua Sibuk Merawat Tanaman
- Tugas: Menjaga tanaman muda, gotong royong memastikan air tidak menggenang berlebih
 
💡 Kunci Hati Kalender Orang Tua
 
Orang tua dulu berpesan:
 
“Di Beke Ria kita belajar hemat, di Beke Lo’o kita bersyukur sedikit yang datang, di Fowo kita sabar menunggu masak, di Balu kita rajin merawat. Semua ada waktunya, jangan terburu-buru, jangan terlambat.”