31.7.17

Holy Gospel 31st July 2017

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano
Monday 31st July 2017

Today's Holy Gospel of Jesus Christ according to Saint Matthew 13:31-35.

Jesus proposed a parable to the crowds. "The kingdom of heaven is like a mustard seed that a person took and sowed in a field.
It is the smallest of all the seeds, yet when full-grown it is the largest of plants. It becomes a large bush, and the 'birds of the sky come and dwell in its branches.'"
He spoke to them another parable. "The kingdom of heaven is like yeast that a woman took and mixed with three measures of wheat flour until the whole batch was leavened."
All these things Jesus spoke to the crowds in parables. He spoke to them only in parables,
to fulfill what had been said through the prophet: "I will open my mouth in parables, I will announce what has lain hidden from the foundation of the world."

"The Word Of The Lord"

May the Lord Jesus Christ showers His choicest Blessings and Miracles upon you and your beautiful family. πŸ™πŸΌπŸ˜‡ ❤️

20.7.17

Menerima apa yang salah dengan cara yang benar

MENERIMA APA YANG SALAH
DENGAN CARA YANG BENAR
Oleh Rm Antonio Joko Susanto

Adam mempersalahkan Hawa saat TUHAN mempertanyakan kenapa dia memakan buah pengetahuan yg jelas² sudah di larang.

Pernahkah kita mempersalahkan orang lain atas kesalahan yang kita perbuat?

Atau mempersalahkan orang lain atas masalah yg kita alami?

Mungkin kita berpikir,
Kalo dia tidak begitu,
aku pasti tidak akan begini !!!

atau Ini semua karena dia,
m a k a aku jadi begini !!!

Tanpa kita sadari kita membuat alasan²,
entah itu untuk menarik simpati orang lain atau untuk melarikan diri dari rasa bersalah.

Orang lain mungkin melakukan apa yg kita anggap salah,
t a p i jangan biarkan kita terjebak dgn pelampiasan yg justru menghancurkan diri sendiri.

Seseorang bisa saja menghancurkan anda,
t a p i jangan jadikan itu alasan untuk membenarkan anda menyakiti perasaan orang lain.

Belajarlah memegang Prinsip Kasih setiap waktu,
setia mendoakan mereka yg menyakiti kita.

Ingatlah,
TUHAN itu tidak pernah tertidur !!!

Tak ada satupun perbuatan manusia yg luput dari mata-NYA.

Setiap orang akan menerima upah sesuai yg di kerjakannya,

Setiap orang juga akan menuai sesuai apa yg di taburnya.

Mari belajar dewasa & menerima apa yg salah dgn cara yg benar.

Jika kita Hidup dgn PENGERTIAN,
m a k a kita belajar SABAR.

Jika kita Hidup dgn MOTIVASI,
m a k a kita belajar PERCAYA DIRI.

Jika kita Hidup dgn PERHATIAN,
m a k a kita belajar MENGHARGAI.

Jika kita Hidup dgn KEJUJURAN,
m a k a kita belajar ADIL.

Jika kita Paham dgn PERUBAHAN,
m a k a kita belajar BIJAKSANA.

Jika kita dapat MENGHARGAI orang lain,
m a k a kita belajar menemukan CINTA di dunia ini.

GoΟ‘ ϐleΕ‘Ε‘ YoΟ…

13.7.17

Tugasoki Ratewati Ende "Nggua Mbera" (as thanksgiving festival)14 Juli 2017




Foto insert: Kuwu ( balai pertemuan para tokoh adat)


Info seputar Ratewati: Tanah persekutuan Siga Rembu Ratewati di Dusun Tugasoki Desa Ekoae, Kec Wewaria Kab.Ende Flores Nusa Tenggara Timur.

@ Nggua Mbera (Thanksgiving ceremony) tahun 2017 dilaksanakan pada hari Jumad 14 Juli 2017.
Rangkaian upacara:

 @ Kobe lo are mbera ( ka are mbera) atau makan bersama di pelataran Kuwu (balai pertemuan para penggarap dan Mosa laki)

 @  Ghia Mbera (sodha susu leka embu welu mamo moi) ini merupakan upacara sesudah (ka are mbera) sebagai lanjutan rangkaian acara ka are mbera dengan tandak dan menari bersama (gawi). upacara Ghia mbera merupakan upacara pembuka akan dimulainya Gawi bersama (tandak dan menari bersama).Upacara ini memiliki makna yakni mengisahkan kembali makna upacara Nggua Mbera sejak awal mula dilaksanakan yakni dari jaman dahulu yang telah diwariskan oleh nenek moyang hingga saat ini. Semuanya itu terkait dengan karya para penggarap dalam hal pengolahan lahan, penanaman, panen dan akhirnya bagaimana memaknai semuanya dengan upacara syukuran atas segala sesuatu yang telah diperoleh dalam kurun waktu setahun ini. Upacara gawi bersama dilaksanakan sampai ke esokan harinya yakni tanggal 15 juli 2017.

@ Pada malam suntuk, ada sebuah upacara dimana seluruh warga masyarakat  adat atau para tamu yang hadir diolesi dengan minyak Pada bagian dahinya sebagai simbol Penyucian dan ketentraman jiwa baik                           secara pribadi maupun untuk anggota keluarga atau klan.

@ Pada saat subuh, para ibu menyiapkan sesajen berupa nasi dan juga daging kurban (nake manu/ daging ayam) untuk dipersembahkan kepada arwah leluhur dan juga roh baik dan jahat (Nitu pa' i) yang mendiami wilayah tanah persekutuan Siga Rembu Ratewati.

@ Pada pagi harinya, semua tokoh adat dan penggarap mengadakan musyawarah bertempat di balai pertemuan adat (kuwu). Agenda yang diangkat biasanya terkait dengan pelanggaran dan denda adat atau juga sengketa lahan diantara para penggarap. Momen Ini dijadikan sebagai evaluasi tahunan terkait pelaksanaan ritual adat di wilayah tanah ulayat terkecil (boge lo,o geto gene).

@ Sesudah musyawarah bersama, dilanjutkan dengan penyembelian hewan kurban berupa Babi atau hewan besar lainnya berupa kerbau. Hewan kurban ini meliputi hewan yang disiapkan seluruh penggarap atau juga hewan yang diserahkan oleh penggarap secara perorangan terkait dengan pelanggaran adat (sage) yang telah dilakukannya. Sehingga semua hewan kurban yang telah disediakan harus disembelih dan dibagikan kepada semuamasyarakat adat yang tersebar pada rumah adat dari 7 Klan. daging tersebut diolah dan dijadikan sebagai lauk pada upacara perjamuan bersama (ka nggera) yaitu sebagai upacara penutup.

@ Pada akhir upacara biasanya para tokoh adat ( mosa laki) mengumumkan larangan atau anjuran terkait hal - hal yang harus dilaksanakan oleh semua penggarap atau disebut (bo bela). Dan akhirnya semua rangakai upacara Ka are mbera atau Nggua Mbera berakhir.

  Kami rina lejka kau Ema Siga no'o Rembu

"Mai si kita ana mamo eo Siga Rembu, kita eo mera, kita eo kema Leka tana Siga eo Ria, leka watu rembu eo bewa, mo tau susu nua nama bapu, ria bhaka si kita, we tebo kita ma,e ro, lo kita ma,e baja. We,e tedo kita tembu wesa kita wela, nge bhondo ngere watu lowo, beka kapa ngere ndala ja , mai si kita tau dari nia pase la,e, we,e bebu leka tana eo Siga. Kita Ndu leka ola pera, kita pama leka eo pati" Oh..Embu kami Siga, kau kile kodho, kau peme lele si ola kema meko eo ana mamo kau, ate kami masa ngere pingga jawa, lo kami  molo ngere lelu sina..Dema ata mangu lau laja ghawa, tau mai mbou ria ramba bewa, kau kupe kuba reda lema, kau ponggga, kau rago, we,e kami fai walu ana kalo muri pawe tebo no'o mae, du pu,u mulu du limba leta..ame.

12.7.17

Analogi Pria dan Wanita

Wanita Itu Ibarat BOLA  ⚽*
Diusia 17 an,
Ibarat Bola Kaki. ⚽
Diperebutkan oleh puluhan teman sekolah..!
Diusia 25 an,
Ibarat Bola Basket,  πŸ€
Diperebutkan paling banyak hanya sepuluh pria saja..!!  πŸ˜ž
Diusia 35 an,
Ibarat Bola Takraw, 🀾🏿♀ hanya diperebutkan 6 pria saja..!
Diusia 45 an,
Ibarat Bola Pingpong, πŸ“ hanya 2 pria yg berminat memperebutkannya..!!
Diusia 50 an keatas,
Ibarat Bola Golf  πŸ’.. tidak ada yg memperebutkan, hanya dipukul biar Jauuhhh.. ..
😬 πŸ˜„ πŸ˜€ πŸ˜€

_Bagaimana dengan laki-laki_
*Laki-Laki Itu Ibarat PESAWAT.. ✈*
Umur 25 an,
Kaya pesawat Tempur. πŸ›«
Dimana ada lawan langsung Sergap n Tembak ..!!
Mulai umur 40 atas,
Kaya pesawat Pembom.  πŸ›¬Intai dulu baru 2x seminggu ngebom ...!!
Umur 50 an,
Kaya pesawat Pengintai.  πŸ›©
Bisanya mengintai terus nembaknya 2 x sebulan.
Umur 60 th ke atas,
Udah kaya Helikopter. 🚁
Ributnya aja yg seru, gak nembak2 ............
Jgn ketawa, ini fakta....

*Anda umur berapa?*mat senyum pagi....kk Io jang marah b ooooowwwwww.....
πŸ˜€πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜ƒπŸ˜ŽπŸ˜‹

9.7.17

Implementasi SN DIKTI pada program Magister, Doktor dan Doktor Terapan

Implementasi SN DIKTI pada Program Magister, Doktor dan Doktor Terapan

Yth.

Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri
Koordinator Kopertis I s.d. XIV Pimpinan Perguruan Tinggi di Kementerian dan Lembaga Lain.

Dengan hormat kami sampaikan, bahwa berdasarkan Pasal 54 UU. No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi (UU Dikti), Standar Pendidikan Tinggi (Standar Dikti) terdiri atas:

a. Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang ditetapkan oleh Menteri atas usul suatu badan yang bertugas menyusun dan mengembangkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi; dan
b. Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh setiap Perguruan Tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Untuk memenuhi amanat Pasal 54 huruf a UU Dikti sebagaimana disebutkan di atas, Menristekdikti telah menetapkan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti). Permenristekdikti tersebut telah ditetapkan pada tanggal 21 Desember 2015, dan berdasarkan Pasal 66 huruf d Permenristekdikti tersebut, pengelolaan dan penyelenggaraan perguruan tinggi wajib menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri ini paling lama 2 (dua) tahun. Dengan demikian, perguruan tinggi masih memiliki waktu penyesuaian (transisi) sampai dengan tanggal 21 Desember 2017.

Berdasarkan Pasal 8 Permenristekdikti nomor 62 Tahun 2016 tentang Sitem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, Direktorat Penjaminan Mutu mempunyai tugas dan wewenang dalam penyiapan perumusan kebijakan, fasilitasi, pelaksanaan, koordinasi, pengawasan, pengendalian, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang SPMI. Dalam rangka pelaksanaan tugas ini dan agar pengelola dan penyelenggara perguruan tinggi, khususnya pengelola dan penyelenggara Program Magister, Doktor, dan Doktor Terapan dapat melakukan penyesuaian dengan ketentuan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun, maka Direktorat Penjaminan Mutu, Ditjen Belmawa, perlu melakukan monitoring pelaksanaan Program Pascasarjana.
Berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Penjaminan Mutu, Ditjen Belmawa, sampai dengan tahun akademik 2016/2017 terhadap penyelenggaraan Program Magister, Doktor, dan Doktor Terapan, teridentifikasi perlunya evaluasi lebih mendalam terhadap pelaksanaan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015, khususnya dalam 5 hal berikut:

Penerapan sistem satuan kredit semester;
Lama masa studi;
Kualifikasi pembimbing dan promotor;
Jumlah bimbingan tesis atau disertasi per dosen pembimbing;
Publikasi.
Mengenai poin kelima tentang publikasi, perlu ditekankan bahwa Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 mengatur secara khusus tentang kewajiban publikasi mahasiswa program Magister, Doktor, dan Doktor Terapan sebagai berikut:

a. Mahasiswa Program Magister wajib menerbitkan makalah (karya ilmiah penelitian) di jurnal ilmiah terakreditasi atau diterima di jurnal internasional;
b. Mahasiswa Program Doktor wajib menerbitkan makalah di jurnal internasional bereputasi;
c. Mahasiswa Program Doktor Terapan wajib menerbitkan makalah di jurnal nasional terakreditasi atau diterima di jurnal internasional atau; karya yang dipresentasikan atau dipamerkan dalam forum internasional.

Hal ini ditujukan untuk mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas, untuk menjadi dasar penelitian lanjutan di masa depan, meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi pada skala nasional dan internasional, sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta peningkatan daya saing bangsa.
Untuk itu dalam waktu dekat, Tim Penjaminan Mutu Akademik Program Pascasarjana Direktorat Penjaminan Mutu, Ditjen Belmawa akan melakukan monitoring pelaksanaan Program Pascasarjana ke Perguruan Tinggi terpilih.
Oleh karena itu, setiap perguruan tinggi perlu menyiapkan dokumen Surat Keputusan pengelola atau penyelenggara perguruan tinggi yang memuat kebijakan tentang 5 hal di atas dan bukti pelaksanaannya.
Demikian disampaikan, untuk dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Khusus kepada Koordinator Kopertis, dimohon untuk menyebarkan kepada perguruan tinggi swasta.
Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 13 Desember 2016
Direktur Jenderal,

TTD
Intan Ahmad

Tembusan:
1. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;
2. Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti;
3. Inspektur Jenderal Kemenristekdikti;
4. Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti;
5. Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti

Lampiran :
Surat Edaran

22.6.17

Selamat Jalan Ayahandaku: Bapak Fransiskus Kota





Bapak Fransiskus Kota
Lahir: Ratewati Ende 01 Desember 1940
Wafat: Tugasoki Ende 22 Juni 2017

Doa Buat Ayah

Ayah...
Kasihmu  yang kudapat tak terbatas
Kesederhanaan dan kesehajaanmu selalu kudamba
Mengukir asa dalam dada

Ayah..,
Warisanmu sungguh tak ternilai
 ilmu yang kau beri membawa aku ke jalan juang
Wujud cinta nan tulus bagi kami sang buah hati

Ayah...
Kini usiamu kian terbenam
Raga terkulai tersapu angin
Kucoba menggoreskan kisah lama
Dari selembar usang tak berharga
Di kala Engkau masih gagah dan tegar
seraya mengingat kisah di masa muda
Mengantarkan aku menoreh angan di masa mendatang

Ayah...
Kasih dan perjuanganmu akan kuteruskan
Sampai raga mengakiri nafas
Hanya untaian doa dan rasa syukur
Semoga Tuhan memberimu usia yang panjang
Namun kini engkau kian tak berdaya
Dalam dambaan kasih anak dan keluarga
Tunggu aku ya Ayah dikala ajal datang menjeputmu.

Namun Ayah....
Lantunan puisiku kini tinggallah duka
Untaian harapku hanyalah nestapa
Kini dikau telah tiada
Meninggalkan mama dan semua anak
Maka kuhanya meniti asa dan air mata

Ayah...
Kini kutuliskan puisi bernada duka
Kulantunkan doa beralur tangis
Aku tahu Dikau menanti putramu yang jauh
Jauh saat matamu memandang namun berpeluk erat
Dikala hati berbalut rasa
Tapi ajalmu datang di saat anakmu berpelu asa
Merangkai harap dalam ujian akhir
Aku tak berdaya Ayah...demi nasib dan cita-cita
yang kau damba yang harus kudapat

Ayah...
tatapan matamu terakhir tak kugapai
Tangisan laramu tak bisa kudapat
Aku jauh mengarungi nasib
Aku terlambat menggapai cita
Karena dikau mendambakan bahwa aku harus belajar

Ayah...
Kugoreskan untaian doa ini
Seraya menyapa dalam ribaan nuraniku
Kutulis puisi mengukir asa dalam angan
Dikau ku kenang dalam dambaan semua anak
Dikau ku puja dalam sayang semua cucumu

Ayah...
Terimalah maaf dari mama
Ampunilah salah dari anak-anakmu
Kiranya Tuhan membalas semua jasamu
Membawamu ke tahta surga nan mulia

Ayah...
Di malam nan sunyi dan sepi
Kutermenung mengarungi rasa
Rasa duka yang yang belum pudar
Rasa lara yang tak pernah padam

Ayah..
Walau ku berharap Dikau menanti
Dalam rasa sayang antara Bapak dan anak
Namun Tuhan sayang Ayah
Dia memanggilmu walau aku masih di Bali
Dia telah menjeputmu menghadap sang khalik
Hanya duka dan laraku boleh berkata:
selamat Jalan Ayah...
Dikau berjalan dalam terang Ilahi
Dikau dibawa menuju Surga Abadi
Bersama Tuhan Yesus dan Bunda Maria serta semua orang kudus.
Amin.


Bapak Fransiskus Kota



10.6.17

"Open Tournament" Siga Rembu Cup 2017 Di Desa Ekoae Wewaria Ende Nusa Tenggara Timur


Foto insert: klub Siga Rembu United Ekoae



Serba Serbi Siga Rembu Cup 2016 dan kita semua menanti perhelatan selanjutnya di tahun 2017.
Picture: Taken by Echol Kirie

Sebelum mendaftar, anda perlu mengetahui gambaran singkat tentang Siga Rembu Cup.

Secara singkat bahwa turnamen sepak bola kaki putra yang diberi nama "SIGA REMBU  CUP" dimana nama Siga Rembu merupakan nama tanah persekutuan adat Ratewati yang pusat pelaksanaan ritual adatnya di kampung adat Tugasoki. 

Turnamen SIGA REMBU CUP yang diselenggarakan di Desa Ekoae, Kec.Wewaria Kab.Ende NTT merupakan inisiatif dari para tokoh muda, para akademisi, para pencinta olah raga sepak bola yang didukung oleh Toko adat atau mosa laki serta pemerintah desa Ekoae yang memiliki tujuan bersama yakni mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga khususnya bidang olahraga sepak bola. di sisi lain bahwa ajang ini bisa dijadikan sebagai momen memperkenalkan Tanah Persekutuan masyarakat adat Siga Rembu Ratewati kepada semua lapisan masyarakat khususnya di wilayah kab.Ende.Maka darinya diharapkan dapat melahirkan talenta - talenta berbakat yakni para pemain muda di desa Ekaoae dan akhirnya berkontribusi bagi tim sepak bola daerah kab.Ende dengan selalu mengedepankan pemaknaan warisan tradisi lokal melalui sepak bola.


Perhelatan turnamen tahunan Siga Rembu Cup telah bejalan kurang lebih 3 tahun. Salah satu bukti bahwa turnamen ini memiliki daya pikat yang luar biasa yakni ada begitu banyak klub bola kaki  amatir yang berpartisipasi, tidak hanya yang berada di kecamatan Wewaria namun juga wilayah kecamatan lain misalnya Detusoko, Maurole, Kota Baru, Wolo Waru dan yang lainnya.Adanya antusiasme masyarakat yang cukup tinggi maka sangatlah mungkin suatu saat turnamen ini akan  disponsori oleh pemda kab Ende khususnya bidang terkait yakni Dispora.

Turnamen tahunan ini telah membuktikan keterjaminan keamanan, menjunjung tinggi sportivitas atau fair play sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan yang dibangun melalui sepak bola. hal ini telah ditunjukan oleh panitia penyelenggara dengan kesuksesannya menyelenggarakan semua tahapan pertandingan dari babak penyisihan hingga babak final.Oleh karenanya, dari tahun ke tahun semakin banyak klub sepak bola amatir yang mengambil bagian dalam turnamen ini sebagai wujud bahwa Siga Rembu Cup layak untuk terus diselenggarakan ditengah keterbatasan dana dan fasilitas olah raga.

Sangatlah istimewa bahwa warisan nilai - nilai luhur tradisi adat dan budaya setempat ditransformasikan ke dalam sebuah turnamen sepak bola modern yang penyelenggaraan dijalankan di kampung kecil dengan sistem pengamanan seadanya namun kegiatan pertandingannya tetap kondusif. Secara kasat mata sulit untuk menemukan benang merah antara nilai - nilai tradisi dengan sepqk bola. Namun sebuah terobosan yang patut diapresiasi yakni media pewarisan dan pengenalan tradisi dapat dilakukan dengan berbagai cara yang mudah diperkenalkan secara luas salah satunya adalah penyelenggaraan turnamen sepak bola. Hal ini sangat tidak midah dan bertolak belakang terhadap anggapan dimana selama ini pertandingan sepak bola antar kampung atau desa selalu identik dengan kekacauan dan kekisruhan, sehingga sepak bola tidak lagi sebagai ajang olah raga dan hiburan namun  saat dimana selalu menciptakan permusauhan baik antar pemain maupun para suporter. Maka dari itu, para panitia Siga Rembu Cup berhasil mematahkan anggapan itu dan meletakan suatu image baru bahwa tim lawan dalam sepak bola bukanlah musuh melainkan sebagai sahabat dalam bermain.

Akhirnya, seluruh Ana Mamo Siga Rembu Ratewati mengajak semua para pencinta olah raga sepak bola di kabupaten Ende untuk terus mengambil bagian dalam turnamen ini dengan medaftarkan klub sepak bola amatirnya pada perhelatan SR CUP 2017. Dengan demikian potensi yang ada di daerah akan berkontribusi bagi kemajuan persebakbolaan nasional.

Bagi para pencinta sepak bola terutama tim-tim yang selalu mengambil bagian dalam SR CUP 1 sampai 3 harap bersabar terkait informasi kapan bergulirnya SR CUP IV 2017. Kepastian ada atau tidaknya turnamen berada panitia lokal, mengingat Kab.Ende selaku tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) 2017.


Salam Ana Mamo Siga Rembu Ratewati. Tana Siga eo Ria no,o Watu Rembu eo Bewa.

9.6.17

Musik Liturgi VS Pop Rohani

#COPAST
PERBANDINGAN MUSIK LITURGI DAN POP ROHANI.

1 SYAIR
 *Liturgi..  Khsus diciptkn untk.liturgi.bersumbr dri KS  atau  Teks ibadat/misa.sbgai ungkpn iman,hrpn kasih Pada Tuhan
  *Pop Rohani.. Puitis,umumnya memakai bahasa  sehari hari dan  Dan sangt individual.

2. MUSIK
 #Liturgi..Mendukung dan mengabdi pda syair serta demi kepentingan teks itu sendiri.
#pop Rohani... Belum tentu mndkng Syair, kadang bertolak blkng dgn isi syair. Musik seringkali mmbuat suasna mnjdi sentimntal ringan,kurg mntng dn cengeng.

3.FUNGSI /TUJUAN
#Liturgi... musik litrgi adalh suatu bgian yg integral dri pryaan liturgi
(fungsional):
*utk mngiri liturgi mis:perarkn
*mlgukn liturgi,mis: doa syukur/permohonan
*pewartaan  KS, ungkpn Iman
*untuk mmperindh ibadat (mnciptkn suasana perayaan)
#poprohani...tujuan utaMa untk hiburn rohani,untk mmberikn suasna rohani,untk show, bersng seng sja dn ga seringkli bersft komersial.mmng diciptkn untk kperluan luar ibadat

4.SIFAT
#Liturgi. EKLESIAL.....sellu dirayakn bersma sama dengn umt yg hadir (eklesial). Dialog dlm liturgi tdk berttngn dgn kbersmaan ttpi sblknya mngingktknnya
#popRohni. INDIVIDUAL..dibwakn sbgai yanyian solois(maka ad biduan atau artisnya) sesuai dgnsyairnya mnggnkn kta gnti"Aku" bkn "KAMI" atau "KITA". Sift lqgu ini tdk berubh, mskpun dbwkn olh pduan suara

5. ALAT MUSIKKKK
#LITURGI....organ pipa berkmbng sbgi alat khuss ibdt,krna diprcaya suaranya dpt mmriahkn upcra2 Gereja dn mngangkt  hati umat kepda ALLAH dn ke Surga
#PopRohani...sbgai musik hiburan/pop,mnggkn alt musik profan untk mnghdirkn msk ringn, disesuaikn dgn selera massal.......

#LITURGI#

8.6.17

Mengenal Ritual Adat Tahunan Tanah Persekutuan Masyarakat Adat Siga Rembu Ratewati


Gambar insert: Tampak bagian dalam rumah adat (Sa'o Nggua) di Kampung adat Tugasoki Ratewati


Kalender Upacara Adat Tahunan Tanah Peresekutuan Masyarakat Adat "Siga Rembu Ratewati Tugasoki" Desa Ekoae Kecamatan Wewaria Kab.Ende NTT.

1. Upacara Nggua Mbera atau dikenal dengan sebuatan "ka are mbera" (Thanksgiving Ceremony) dilaksanakan pada bulan Agustus sebagai ritual tahunan (Annual ritual). 

Upacara ini disertai dengan Ghia Mbera dan juga Gawi (tandak) sebagai wujud kebersamaan bagi para tokoh adat ( mosa laki) dan juga di antara para penggarap (fai walu ana kalo) yang ada pada tanah persekutuan masyarakat adat Ratewati. 

Dalam acara ini pula ritual adat Ka Are Mbera yang dilaksanakan di pelataran Kuwu (Balai Pertemuan) hanya diikuti oleh laki - laki dewasa baik yang berasal dari 7 klan (Embu lima rua) tanah Siga Rembu atau para tamu undangan yang hadir.Adapun hal yang harus diperhatikan disaat makan bersama yakni tidak boleh batuk, atau bersin.

Pada ritual ini semua jenis pelanggaran baik yang dilakukan oleh mosa laki atau pun para penggarap yang telah ditetapkan sesuai besarnya denda adat harus dikumpulkan.Biasanya jenis pelanggaran yang dilakukan antara lain "Tama sala are" artinya para penggarap menemukan bulir padi (esa are) pada barang bawaan ketika masuk ke kampung adat karena bulir padi atau are ku,i hanya bisa dibawa pada saat upacara Nggua mbera selain masa itu tidak diperkenankan. maka orang yang bersangkutan harus melaporkan kepada pihak mosa laki eko. Apabila tidak jujur atau dengan sengaja maka akan mendapat kutukan dari arwah leluhur misalnya sakit atau bahkan nyawa menjadi taruhan. Oleh karenanya maka dikenakan denda adat berupa babi satu ekor (wawi sa eko). Sehingga semua hewan yang menjadi denda adat harus disembelih pada upacara Nggua Mbera berlangsung.

Ritual Nggua Mbera pada zaman dahulu dilaksanakan sesudah musim panen (padi ladang) namun pada perkembangannya bahwa para penggarap ada yang menggarap sawah sehingga acara ini pun dilaksanakan pada bulan Agustus atau paling lambat di bulan November.

2. Upacara Po,o (Makan Nasi Bambu atau Bamboo rice festival) atau dikenal dengan sebutan " Sewu petu pera bera" artinya keadaan lahan yang panas dan api yang masih bernyala harus dipadamkan seraya memohon diturunkannya hujan serta tanah yang kering dan tandus dibasahinya dengan air. upacara ini dilaksanakan sesudah upacara Nggua Mbera.

Ritual ini untuk menandai bahwa musim tanam telah tiba. Semua lahan yang sudah dibakar dan dibersihkan siap untuk ditanam baik padi maupun jagung atau pun jenis kacang -kacangan serta umbian yang menjadi bahan makanan.Selain itu pula, penggarap juga menanam tanaman umur panjang atau komoditi seperti jambu mete, kemiri, kopi atau kelapa sesuai dengan kondisi lahan yang cocok untuk membudidaya jenis tanaman tertentu.

Pada upacara ini sebagai momen bagi para penggarap untuk memohon berkat dari arwah leluhur melalui para mosa laki agar apa yang akan ditabur dan yang akan ditanam dapat bertumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang baik sehingga hasil panenan melimpah. Pada bagian akhir ritual biasanya salah satunperwakilan dari tokoh adat yakni Mosa Laki Weri melakukan "Solo Gana" atau membuang Bambu bekas yang digunakan untuk memasak nasi tadi dengan cara melemparkan ke 2 belahan bambu tersebut. Apa bila belahan bambu terbuka maka akan menunjukan bahwa keadaan hasil panen pada tahun ini mengalami paceklik atau hasil panenan tidak melimpah dan fai walu ana kalo dilanda musim kelaparan. Sebaliknya, apabila belahan bambunya tertutup maka pertanda hasil panenan tahun ini sangat melimpah dan fai walu ana kalo mengalami kesejahteraan.

3. Adapun upacara lain yaitu sewu api. Upacara ini dilaksanakan di tana ria (tanah suku) yang diselenggarakan oleh mosa laki ria dan juga oleh mosa laki lo,o pada wilayah kekuasaannya atau boge lo,o geto gene.Ritual ini merupakan ritual syukuran akan apa yang dikerjakan pada tanah ulayat tertentu (boge lo,o geto gene) dengan mempersembahkan sesajen sebagai wujud syukur baik kepada arwah leluhur dan juga wujud tertinggi yaitu Dua gheta lulu wula Nggae ghale wena tana (Tuhan yang bertakhta di langit tertinggi dan Allah yang berpijak pada bumi terdalam).

Pada ritual sewu api tidak semua penggarap di tanah persekutuan masyarakat adat Siga Rembu Ratewati turut ambil bagian melaikan hanyalah penggarap yang menggarap lahan di wilayah kekuasaan tana boge lo,o geto gene.Sehingga penggarap yang bersangkutan akan dikenai biaya atau lewajiban untuk membayar upeti berupa beras, arak (moke) dan juga uang untuk membeli babi (wawi wela) sebagai hewan kurban pada upacara terasebut. walaupun ritualnya diselenggarakan oleh mosa laki lo,o maka para mosa laki pu,u wajib diundang untuk menghadiri upacara terasebut atau disebut te topo artinya keutuhan tanah persekutuan yang dilambangkan dengan sebuah pedang atau parang yakni tidak terbagi - bagi yang dimeteraikan dengan hewan kurban yang telah disembelih.

Note:
Gambaran umum ritual adat ini belum lengkap. kali ini admin hanya mencantumkan upacara besar, masih ada rutual lainnya yang tidak tercantum pada halaman ini.Terima kasih.Semoga bermanfaat bagi ana mamo Siga Rembu Ratewati.

9.5.17

Misteri Angka 2 Bagi Pak Ahok (Catatan Ahokers Flores NTT)



Foto: Sidang Vonis Pak Ahok 9 Mei 2017

Misteri Angka 2 Bagi Pak Ahok (Catatan para Ahokers Flores)

Kita  sepatutnya berbangga dan memberikan apresiasi yang luar biasa atas ketegaran  Pak Ahok yg telah menjalani proses hukum yg cukup panjang.Terima Kasih kepada semua pihak terutama Jaksa penuntut dan hakim serta para saksi baik saksi ahli maupun saksi di tempat kejadian yg telah menjalankan tugas negara sesuai kaidah dan undang - undang yang berlaku di Negeri ini.

Tentunya akan ada tanggapan dan reaksi beragam sesudah peristiwa hari ini 9 Mei 2017. Trending topik nasional dan dunia akan bertebaran di media massa, baik media cetak, elektronik dan juga online.Kini "Si Penista Agama itu telah mencapai garis akhir masa persidangan dan terbukti bersalah". Dan ini fakta yg tak terbantahkan yakni vonis 2 tahun penjara.

Bagi para pendukung Pak Ahok tentunya berharap bahwa putusan hari ini menyatakan Pak Ahok bebas, namun di sisi lain jutaan manusia di negeri ini yang menghendaki beliau di penjara dan akhirnya harapan itu terwujud serta terbalaskanlah aksi - aksi organisasi massa yang selama ini berkoar  - koar menuntut keadilan.

Dari peristiwa ini, tentunya Pak Ahok memiliki referensi panjang atas catatan hidup yang dialaminya baik yang bersifat birokrasi maupun kehidupan sosial. Ada begitu banyak peristiwa yang dilalui entah kinerjanya, tutur kata, perjuanganm serta program - program yang direncanakan dan yang telah dilaksanakan selalu menimbulkan pro dan kontra bagi seluruh elemen masyarakat Jakarta. Ada yang mendukung, namun tak sedikit pula yang berjuang untuk meruntuhkan dan menghancurkan bahkan secara esktrim ingin melelenyapkan "si pejuang" yang identik dengan "Si Penista Agama" itu.

Hari ini, angka 2 menjadi sebuah misteri yang sedikit tersingkap. Bagi Pak Ahok, angka 2 adalah angka kerberuntungan di saat pilkada DKI 2012. Dan segala perjuangan di Jakarta selama perhelatan Pilkada, Pak Ahok selalu bergelut dengan angka 2. Mulai dari nomor urut paket, salam 2 jari sampai pada putaran ke 2 pilkada DKI 2017. Hari ini angka 2 dianggap duka dan malapetaka. Akhirnya misteri angka 2 terperanjak pada dirinya yang divonis penjara selama 2 tahun. Sekali lagi angka 2 adalah angka misteri antara pilkada dan proses hukum dengan dakwaan kasus penistaan agama. Angka 2 hari ini mengarungi duka bagi jutaan Ahokers di negeri NKRI tercinta ini.

Namun, apapun keadaanmu Pak Ahok saat ini, tentunya jutaan masyarakat Indonesia masih membutuhkan ide dan kinerjanya untuk membangun bangsa ini. Biarlah masa ini menjadi saat untuk berinstropeksi diri. Perjuanganmu belum berakhir. Maju terus dan teruslah berjuang, karena sesungguhnya anda terlahir sebagai pejuang dan pemenang bukan sebagai pengecut dan  pecundang. Selamat menjalani masa tahanan sebagai bentuk konsekwensi hukum yang harus anda tanggung walaupun kebenarannya telah tersingkap.Viva Pak Ahok. Para Ahokers mendoakanmu selalu.

Catatan Lepas By Wara Cypriano

25.4.17

Pesona Pantai Ena Bara Maurole Menjadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Ende


Pesona pantai Anabara menarik para wisatawan untuk menikmati keindahan pantai yang selama ini belum dikelolah secara baik. Seperti dilansir oleh @Rumah Terapi Lia RTL  digambarkan bahwa kondisi pantai Anabara perlu diperkenalkan secara luas baik oleh Dinas terkait maupun pemerintah kecamatan dan dess.

Pantai Anabara merupakan salah satu potensi wisata yang masih belum diketahui oleh banyak orang. Pantai tersebut terletak di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende - Flores, Nusa Tenggara Timur.

Keunikan dari pantai ini adalah ketika air laut surut pada sore hari, akan terlihat daratan sehingga pengunjung dapat berjalan hingga tengah laut.

Disuguhi pemandangan Gunung Rokatenda dan matahari terbenam yang sangat indah menjadikan Pantai Anabara merupakan salah satu investasi tempat wisata yang dapat diandalkan.

Sayang Pantai dengan potensi wisata ini masih kurang dipromosikan ditambah minimnya perhatian dari Pemda setempat.

Kalau kamu berkunjung ke Ende - Flores, jangan lupa mampir kesini yah. Tentunya foto dan postingan kamu juga ikut berkontribusi dalam mempromosikan potensi pariwisata di daerah Flores yang kebanyakan masih belum ter-expose baik oleh instansi setempat, media maupun wisatawan (traveler).

Ayo ke Flores! πŸƒ

Located: Pantai Anabara, kec.Maurole, kab.Ende - FLORES/NTT

#PantaiAnabara
#AnabaraBeach
#EndeUtara
#Maurole
#wonderfulindonesia
#pesonaindonesia
#ende
#floresisland
#pulauflores
#exploreflores 
#nusatenggaratimur 
#Indonesia

10.4.17

Selalu Bersyukur

#COPAS
KETIKA
Aku ingin hidup KAYA...
Aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN.

KETIKA...
Aku takut MEMBERI...
Aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.

KETIKA...
Aku ingin jadi yang TERKUAT...
Aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN.... Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

KETIKA...
Aku takut RUGI...
Aku lupa, bahwa HIDUPKU... Adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena Anugerah NYA.

Ternyata hidup ini sangat indah...
ketika kita selalu BERSYUKUR kepada NYA.

BUKAN..
karena hari ini INDAH kita BAHAGIA, tetapi karena kita BAHAGIA maka hari ini menjadi INDAH.

BUKAN..
karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS, tetapi karena kita OPTIMIS maka RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

BUKAN..
karena MUDAH kita YAKIN BISA, tetapi karena kita YAKIN BISA maka semuanya menjadi MUDAH.

BUKAN..
karena semua BAIK kita TERSENYUM, tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat sulit..

6.4.17

Holy Week: Why is it called "Holy"?

HOLY WEEK: WHY IS IT CALLED "HOLY"?

Dear brethren in Christ, here you have an infographic which explains why the most important week in the liturgical year is called "holy".

It is called as such as it commemorates  the patent demonstration and summit of Our Lord's Holiest and Immense Love for the entire humanity, a love willing to suffer unto "death, death on the Cross" in order to save us from our sins, and a love which knows no end, conquering death itself with His Resurrection. 

Let us thank God not only with feelings and words, but also with works, taking advantage of the Holy Week to grow in our self-giving to Him, -and for Him-, to His Church and all souls.

Cordially inviting you to like and follow www.facebook.com/Catholicsstrivingforholiness and share our posts to help more people in their Catholic faith and life. Thanks and God bless! Fr. Rolly Arjonillo

N.B. The events described in each day are based on the Gospel of the Holy Mass for each day. The Gospel for the Holy Wednesday Mass recounts how Judas made  a deal with the chief priests to deliver Jesus to them for 30 pieces of silver. The betrayal is initiated and culminates to Jesus' arrest after the Last Supper.

Picture: Explaning why is it called "Holy" Week?