6.9.18

Soft Skill Menjadi Faktor Utama Dalam Dunia Kerja Bukan Rangking Kampus

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano

#InfoLP3s

Apakah ranking perguruan tinggi berpengaruh pada karier alumninya?

Setiap tahun, ranking perguruan tinggi dalam negeri dikuasai oleh UI, ITB, UGM, dan universitas-universitas negeri lainnya.

Apakah ranking perguruan tinggi tersebut bisa mempengaruhi karier alumninya?

Perguruan tinggi dimana tempat kuliah tidak menjadi indikator tunggal dalam menentukan karier alumninya.Terdapat banyak variabel yang memberikan pengaruh besar pada alumni saat memasuki karirnya.

Berdasarkan studi penelitian menemukan bahwa IPK dan Rangking Universitas berpengaruh pada entry point karir alumni. Pada saat perekrutan pegawai, rangking universitas dan IPK cukup berpengaruh untuk menentukan posisi yang mungkin lebih tinggi daripada alumni dari rangking universitas yang rendah.

Namun, seiring berjalannya karir, soft skills menjadi variabel utama yang menentukan karir alumni. Belum tentu lulusan PT ternama atau 10 PT terbaik akan menjamin percepatan karir dibanding perguruan tinggi lainnya.

Jadi intinya bahwa rangking universitas menjadi salah satu variabel kesuksesan alumni dalam berkarir terutama pada saat perekrutan awal, tetapi bukan menjadi variabel tunggal penentu karir.

3.9.18

Mengenal Kitab Suci Katholik

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano
Repost from Rm Joko

MENGENAL KITAB SUCI KATOLIK

(oleh: Sr. Mary Ann Strain, C.P.)

Apa itu Kitab Suci?

Kitab Suci disebut juga Alkitab. Istilah Kitab Suci lebih akrab di hati umat Katolik. Karena Allah dan Sabda-Nya adalah suci, maka kitab yang memuat sabda-Nya disebut Kitab Suci. Sedangkan Alkitab, berasal dari bahasa Arab yang artinya sang kitab, lebih akrab di hati umat Protestan. Kitab Suci merupakan kumpulan buku yang ditulis oleh penulis manusia dengan ilham dari Allah. Buku-buku tersebut berisi tulisan tentang wahyu Tuhan dan rencana keselamatan umat manusia.

Berapa jumlah kitab dalam Kitab Suci?

Menurut Gereja Katolik, Kitab Suci terdiri dari 72 atau 73 kitab, tergantung dari cara kita menghitungnya. Perinciannya adalah 46 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru; jumlah seluruhnya 73 kitab. Namun, karena Konsili Trente (tahun 1545-1563) menghitung Kitab Ratapan sebagai bagian dari Kitab nabi Yeremia, maka jumlah kitab menjadi 72 saja.

Kitab-kitab dalam Kitab Suci ditulis dalam beberapa bentuk literatur yang berbeda. Penting bagi kita mengenali bentuk-bentuk literatur yang berbeda tersebut ketika membaca Kitab Suci, sama halnya penting bagi kita mengenali bentuk-bentuk tulisan yang berbeda dalam suatu surat kabar. Misalnya, ketika membaca surat kabar kita harus tahu apakah kita sedang membaca bagian editorial, atau berita, atau iklan.

Apa itu Perjanjian Lama?

Perjanjian Lama, atau Kitab-kitab Yahudi, merupakan tulisan tentang hubungan Tuhan dengan Israel, bangsa pilihan. Ditulis antara tahun 900 SM hingga 160 SM. Ke-46 kitab dalam Perjanjian Lama dapat dibagi dalam empat bagian: 5 Kitab Pentateukh, 16 Kitab Sejarah, 7 Kitab Puitis dan Hikmat, serta 18 Kitab Para Nabi.

Sebagian besar Perjanjian Lama dipengaruhi oleh literatur negara-negara tetangga Israel di Timur Tengah. Untuk menceritakan kisah-kisah mereka sendiri, bangsa Israel meminjam kebudayaan bangsa-bangsa sekitarnya serta meniru bentuk-bentuk literatur mereka.

Apa itu Pentateukh?

Pentateukh adalah kelima kitab pertama dalam Perjanjian Lama, yaitu:

5 Kitab Pentateukh:

1 Kejadian Kej
2 Keluaran Kel
3 Imamat Im
4 Bilangan Bil
5 Ulangan Ul

Banyak kisah-kisah Kitab Suci yang terkenal ditemukan dalam kitab-kitab Pentateukh termasuk kisah penciptaan, Adam dan Hawa, bahtera Nuh serta kisah-kisah lain tentang asal-mula bangsa Israel dan pelarian mereka di bawah pimpinan Musa dari perbudakan Mesir.

Sepuluh Perintah Allah dan hukum-hukum lainnya menyangkut hidup dan ibadat bangsa Israel juga didapati dalam Kitab Pentateukh. Oleh sebab itu, Kitab Pentateukh disebut juga Kitab Hukum atau Kitab Taurat.

Apa itu Kitab Sejarah?

Sesuai namanya, Kitab Sejarah berisi kisah tentang sejarah bangsa Israel serta campur tangan Allah dalam sejarah mereka.

16 Kitab Sejarah:

1 Yosua Yos
2 Hakim-hakim Hak
3 Rut Rut
4 1 Samuel 1 Sam
5 2 Samuel 2 Sam
6 1 Raja-raja 1 Raj
7 2 Raja-raja 2 Raj
8 1 Tawarikh 1 Taw
9 2 Tawarikh 2 Taw
10 Ezra Ezr
11 Nehemia Neh
12 Tobit Tob
13 Yudit Ydt
14 Ester Est
15 1 Makabe 1 Mak
16 2 Makabe 2 Mak

* 7 Kitab yang termasuk Deuterokanonika

Kisah-kisah tentang para tokoh terkenal, baik pria maupun wanita, dalam sejarah Israel dapat ditemukan dalam kitab-kitab ini, termasuk tentang Raja Daud dan Raja Salomo, juga Debora, Yudit, Ratu Ester.

Kitab-kitab Sejarah mengungkapkan suatu pola hubungan yang menarik antara Tuhan dengan Bangsa Pilihan-Nya. Apabila mereka setia pada Tuhan dan pada hukum-hukum-Nya, maka hidup mereka sejahtera dan Tuhan melindungi mereka dari para musuh. Tetapi, apabila mereka menyembah allah-allah lain dan hidup penuh cela di hadapan Tuhan, dengan kata lain mengatakan kepada-Nya, Kami tidak membutuhkan Engkau, maka bencana datang susul-menyusul menimpa mereka.

Apa itu Kitab Puitis dan Hikmat?

Ada tujuh Kitab Puitis dan Hikmat yang agak berbeda dalam gaya literatur serta isinya. Termasuk di dalamnya adalah Mazmur, yaitu doa-doa yang ditulis dalam bentuk puitis. Terdapat kitab-kitab tentang bagaimana mencapai hidup bahagia, seperti Amsal dan Putera Sirakh. Kidung Agung, salah satu puisi cinta paling sensual yang pernah ditulis, menggambarkan kasih mesra Tuhan yang begitu besar bagi umat-Nya.

7 Kitab Puitis dan Hikmat:

1 Ayub Ayb
2 Mazmur Mzm
3 Amsal Ams
4 Pengkotbah Pkh
5 Kidung Agung Kid
6 Kebijaksanaan Salomo Keb
7 Putera Sirakh Sir

Apa itu Kitab Para Nabi?

Kitab Para Nabi berisi tulisan-tulisan para nabi besar Israel. Peran para nabi adalah menjaga agar Bangsa Terpilih tetap setia pada perjanjian yang telah mereka buat dengan Tuhan dan membawa mereka kembali apabila mereka menyimpang dari Tuhan. Tulisan-tulisan yang amat berpengaruh ini menggambarkan dengan jelas ganjaran jika mereka setia dan hukuman jika mereka tidak setia. Di samping itu, secara misterius, kitab-kitab para nabi menubuatkan kedatangan Sang Mesias dan memberikan gambaran tentang-Nya. Kelahiran Yesus di Betlehem dari seorang perawan, pewartaan-Nya bagi mereka yang sakit, miskin, dan tertindas, juga wafat-Nya yang ngeri, semuanya telah dinubuatkan dalam kitab-kitab para nabi.

18 Kitab Para Nabi:

1 Yesaya Yes
2 Yeremia Yer
3 Ratapan Rat
4 Barukh Bar
5 Yehezkiel Yeh
6 Daniel Dan
7 Hosea Hos
8 Yoel Yl
9 Amos Am
10 Obaja Ob
11 Yunus Yun
12 Mikha Mi
13 Nahum Nah
14 Habakuk Hab
15 Zefanya Zef
16 Hagai Hag
17 Zakharia Za
18 Maleakhi Mal

Apa itu Perjanjian Baru?

Perjanjian Baru terdiri dari dua puluh tujuh kitab yang semuanya ditulis dalam bahasa Yunani antara tahun 50 M hingga 140 M. Perjanjian Baru meliputi Injil, Kisah Para Rasul, Epistula atau Surat-surat dan Kitab Wahyu. Tema inti Perjanjian Baru adalah Yesus Kristus; pribadi-Nya, pesan-Nya, sengsara-Nya, wafat serta kebangkitan-Nya, identitas-Nya sebagai Mesias yang dijanjikan dan hubungan-Nya dengan kita sebagai Tuhan dan saudara.

Mengapa Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani?

Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani karena pada waktu itu bahasa Yunani merupakan bahasa percakapan yang paling umum dipergunakan di wilayah Laut Tengah.

Apa itu Injil?

Injil merupakan turunan kata Arab yang artinya Kabar Gembira. Dalam bahasa Yunani 'euaggelion'; dalam bahasa Latin 'evangelium'. Ada empat Injil. Masing-masing Injil menceritakan kisah hidup, ajaran-ajaran, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus:

4 Injil
1 Matius Mat
2 Markus Mrk
3 Lukas Luk
4 Yohanes Yoh

Ketiga Injil pertama: Matius, Markus dan Lukas disebut Injil Sinoptik. Sinoptik berasal dari kata Yunani yang artinya 'satu pandangan', sebab ketiga Injil tersebut mirip dalam struktur maupun isinya. Injil Yohanes, meskipun tidak bertentangan dengan Injil Sinoptik, berbeda dalam struktur dan mencakup beberapa kisah dan perkataan-perkataan Yesus yang tidak ditemukan dalam Injil Sinoptik.

Banyak kisah Kitab Suci yang terkenal tentang Yesus ditemukan dalam Injil, termasuk kisah kelahiran-Nya di Betlehem, kisah-kisah tentang Yesus menyembuhkan mereka yang sakit, juga perumpamaan-perumpamaan, misalnya perumpamaan tentang Anak yang Hilang.

Apa itu Kisah Para Rasul?

Kisah Para Rasul ditulis oleh St. Lukas sekitar tahun 70 M hingga 75 M. Kitab ini berisi catatan tentang iman, pertumbuhannya dan cara hidup Gereja Perdana. Kisah Kenaikan Yesus ke surga, turunnya Roh Kudus atas Gereja pada hari Pentakosta, kemartiran St. Stefanus dan bertobatnya St. Paulus, semuanya dapat ditemukan dalam kitab ini.

Apa itu Epistula?

Epistula atau Surat-surat merupakan bagian terbesar dari Perjanjian Baru. Epistula dibagi dalam dua kelompok: Surat-surat Paulus dan Surat-surat Apostolik lainnya. Semua surat mengikuti format penulisan surat pada masa itu. Setiap surat biasanya diawali dengan salam dan identitas pengirim serta penerima surat. Selanjutnya adalah doa, biasanya dalam bentuk ucapan syukur. Isi surat adalah penjelasan terperinci tentang ajaran-ajaran Kristiani, biasanya menanggapi keadaan penerima surat. Bagian berikutnya dapat berupa pembicaraan tentang rencana perjalanan misi penulis surat dan diakhiri dengan nasehat-nasehat praktis dan salam perpisahan.

Surat-surat Paulus ditulis oleh St. Paulus atau salah seorang muridnya; tak lama sesudah wafat dan kebangkitan Yesus, yaitu antara tahun 54 M hingga 80 M. Surat-surat tersebut menggambarkan perkembangan awal ajaran dan praktek Kristiani.

14 Surat Paulus

1 Roma Rom
2 1 Korintus 1 Kor
3 2 Korintus 2 Kor
4 Galatia Gal
5 Efesus Ef
6 Filipi Flp
7 Kolose Kol
8 1 Tesalonika 1 Tes
9 2 Tesalonika 2 Tes
10 1 Timotius 1 Tim
11 2 Timotius 2 Tim
12 Titus Tit
13 Filemon Flm
14 Ibrani Ibr

Surat-surat Apostolik dimaksudkan untuk ditujukan, bukan kepada suatu komunitas atau individu tertentu, tetapi kepada pembaca yang lebih universal. Surat-surat Apostolok ditulis oleh beberapa penulis antara tahun 65 M hingga 95 M.

 7 Surat Apostolik

1 Yakobus Yak
2 1 Petrus 1 Pet
3 2 Petrus 2 Pet
4 1 Yohanes 1 Yoh
5 2 Yohanes 2 Yoh
6 3 Yohanes 3 Yoh
7 Yudas Yud

Apa itu Kitab Wahyu?

Kitab terakhir dalam Perjanjian Baru, yaitu Kitab Wahyu, ditulis sekitar sesudah tahun 90 M. Dengan banyak bahasa simbolik, Kitab Wahyu menyajikan kisah pertarungan antara Gereja dengan kekuatan-kekuatan jahat yang berakhir dengan kemenangan Yesus. Meskipun Kitab Wahyu menuliskan peringatan-peringatan yang mengerikan akan apa yang terjadi di masa mendatang, Kitab Wahyu pada pokoknya merupakan pesan pengharapan bagi Gereja.    

sumber : Ask a Catholic: What is the Bible? by Mary Ann Strain, C.P.; www.cptryon.org

tambahan: 1. Awal Persahabatan dengan Kitab Suci oleh I. Marsana Windhu; Penerbit Kanisius; 2. Mempertanggungjawabkan Iman Katolik buku Kesatu oleh Dr. H. Pidyarto O.Carm; Penerbit Dioma

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Victor Hoagland, CP.

Gratia Plena

11.8.18

Sang Ahli Rontgen Asal Rote

 Repost by VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano




Prof. Dr. W.Z. Yohannes

Seorang Putera Indonesia kelahiran Termanu, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, telah menjadi ahli rontgen pertama Indonesia. Dalam tahun 1941 berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul “Rontegen diagnostiek der maliga langtumoren”. dan untuk itu berhak memakai gelar doktor. Prestasi itu dicapainya berkat ketekunan bekerja dan dibantu oleh kecerdasan otaknya.Ia adalah Wilhelmus Zakarias Yohannes, lahir tahun 1895, putera dari seorang guru bantu Sekolah Dasar yang sekaligus merangkap menjadi pengurus gereja. Sebagai anak seorang guru bantu Yohannes tidak berhak menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Tetapi kecerdasan otaknya telah menolongnya. Kepala Sekolah Dasar di desa kelahirannya bersama dengan adik iparnya, C. Frans, menulis surat kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda memohon agar Yohannes diizinkan memasuki Europese Lagere School (ELS).

Permohonan itu dikabulkan.Yohannes menamatkan ELS di Kupang dalam waktu yang lebih singkat dari yang seharusnya. Sesudah itu berangkat ke Jakarta dan memasuki STOVIA (School Tot Opleiding voor Inlandsche Arsten = Sekolah Dokter Bumiputera). Masa pendidikan yang seharusnya sembilan tahun dapat diselesaikannya dalam waktu delapan tahun. Pada tahun 1920 sudah menggondol gelar dokter.Mula-mula bekerja sebagai dosen pada NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School = Sekolah Dokter Hindia Belanda) di Surabaya. Tidak lama kemudian, dalam tahun 1921, diangkat sebagai dokter di rumah sakit Bengkulu. Sesudah itu berturut-turut sampai tahun 1930 bertugas di rumah-rumah sakit di Muara Aman, Mana, Kayu Agung dan Palembang.Dalam tahun 1930, ketika bertugas di Palembang, Yohannes mengalami musibah, diserang penyakit lumpuh. Ia segera dibawa ke Jakarta dan diberikan perawatan khusus di CBZ (sekarang Rumah Sakit Umum Pusat dr. Cipto Mangunkusumo). Satu tahun lamanya Ia dirawat dan setelah sembuh, kaki kanannya pincang untuk selama-lamanya.Masa perawatan di CBZ tidak disia-siakannya. Semangat belajarnya tidak pernah padam.

Sambil berbaring di tempat tidur, asyik membaca buku dan mendalami masalah rontgen (sinar tembus).
Pada waktu itu pengobatan dengan rontgen belum maju seperti sekarang. Yohannes yakin, bahwa penyakit lumpuh seperti yang dideritanya dapat disembuhkan dengan pengobatan rontgen. Hal itu menyebabkan keahliannya bertambah, sehingga kemudian berhasil meraih gelar doktor.Setelah kesehatannya pulih, walaupun dengan kaki kanan tetap pincang, ia diangkat sebagai Asisten Ahli dalam bidang rontgen dan radiologi di CBZ Jakarta. Bulan Juni 1935 ia dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Pusat di Semarang (sekarang Rumah Sakit Dr. Karyadi). Di tempat yang baru ini ia mengembangkan ilmu rontgen. Untuk memperingati jasanya di bidang pengembangan ilmu rontgen itu, namanya diabadikan pada ruangan Rontgen Rumah Sakit dr. Karyadi. Setahun kemudian ia dipindahkan kembali ke Jakarta dan diangkat sebagai Kepala Bagian Rontgen CBZ.Kegiatan Yohannes tidak hanya terbatas pada bidang kedokteran. Ia juga mengikuti perkembangan yang terjadi di tanah airnya. Seperti kebanyakan lulusan STOVIA. Ia pun terjun kedalam kegiatan pergerakan nasional. Sebagai seorang penganut agama Kristen Protestan, maka melalui organisasi agama inilah berjuang.Dalam tahun 1929 golongan Kristen. Protestan mendirikan organisasi yang disebut ”Perserikatan Kaum Kristen” (PKK), walaupun organisasi ini mengutamakan dasar kekristenan, tetapi Ia juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi lain.

Keanggotaan Yohannes dalam PKK menyebabkan kegiatannya bertambah. Serentak dengan itu namanya semakin dikenal oleh masyarakat. Cacat tubuh tidak menjadi halangan baginya untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat dan kemanusiaan. Dalam tahun 1939 masyarakat Karesidenan Timor (Timor, Flores, Sumba dan Sumbawa) mencalonkan Yohannes sebagai wakil mereka dalam Volksraad (Dewan Rakyat), namun pencalonannya itu ditolak oleh pemerintah. Tiga tahun kemudian Ia terpilih sebagai anggota Badan Pengurus ”Organisasi Penolong Ambon-Timur” bersama dr. Kayadu dan Mr. Latuharhary.Sementara itu karirnya dalam bidang kedokteran terus meningkat. Dalam tahun 1939 Ia diangkat menjadi pimpinan bagian radiologi di CBZ, Jakarta, karena dialah satu-satunya dokter Indonesia yang memiliki keahlian di bidang ini.Di zaman Jepang meneruskan kegiatannya dalam organisasi di samping tugasnya sebagai dokter. Bersama dengan dr. Sitanala, Dr. Sam Ratulangi, Mr. Amir Syarifuddin, Mr. Rufinus Tobing, Ds. B. Probowinoto, Asa, dan lain-lain Ia turut mendirikan ”Badan Persiapan Persatuan Kristen” (BPPK). Badan inilah yang kelak menjelma menjadi ”Partai Kristen Indonesia” (Parkindo). Parkindo lahir pada tanggal 6 November 1945 setelah diadakan rapat umat Kristen di Balai Pertemuan /Kristen di Jakarta. Rapat itu membicarakan kemungkinan didirikannya sebuah partai, dan dua belas hari kemudian berdirilah ”Partai Kristen Nasional” (PKN). Yohannes diangkat menjadi ketuanya. Dalam kongresnya yang pertama pada tanggal 6-7 Desember 1945 di Surabaya, nama partai itu diubah menjadi Partai Kristen Indonesia. Ketuanya yang baru ialah Ds. B. Probowinoto sedangkan Yohannes menduduki jabatan wakil ketua.Pengaruh Yohannes dalam Parkindo cukup besar.

Ia seringkali bertindak mengadakan pergantian pengurus cabang. Selain Parkindo, dibentuk pula sebuah organisasi perjuangan, yakni ”Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil” (GRISK). Tujuan GRISK ialah menggalang persatuan penduduk Sunda Kecil dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Rumah Dr. Yohannes di Jalan Kramat Raya 51 Jakarta menjadi kantor pusat GRISK dan sekaligus menjadi markas persembunyian para pemuda pejuang daerah Kramat Pulo. Tindakan itu mengandung resiko. Rumah itu dan Dr. Yohannes pribadi tidak luput dari incaran musuh. Beberapa kali terpaksa berhadapan dengan serdadu Belanda dan Gurkha.Hari Natal 1945 sepasukan serdadu Gurkha datang ke rumahnya dalam keadaan siap tempur. Mereka mencari pemuda-pemuda yang sering mengganggu patroli Gurkha. Yohannes diperintah keluar dari rumah, tetapi perintah itu tidak diindahkannya. Komandan pasukan Gurkha mengambil tindakan kekerasan. Dr. Yohannes digiring ke pos Gurkha. Selama empat jam dihukum jongkok. Hukuman itu cukup berat bagi seorang yang kakinya pincang. Tetapi Yohannes tidak mengeluh dan setelah hukuman itu berakhir, langsung berangkat ke rumah sakit melaksanakan tugasnya.

Pada waktu yang lain harus pula berhadapan dengan pasukan Belanda. Waktu itu seluruh daerah Kramat sudah dikuasai NICA (Belanda), kecuali rumah Yohannes. Rumah itu tetap mengibarkan bendera Merah Putih. Beberapa kali serdadu Belanda datang dan memerintahkan agar bendera itu diturunkan, tetapi Dr. Yohannes berhasil mempertahankannya. Suatu kali sepasukan KNIL datang dan seorang anggotanya langsung merobek bendera Merah Putih sehingga koyak dua. Bagian merahnya diambil oleh serdadu yang merobeknya dijadikan ikat kepala, sedangkan bagian putihnya dibuang di tanah. Sesudah pasukan itu pergi, Yohannes berkata seorang diri, ”Karena bukan saya yang menurunkan, nanti saya naikkan kembali”. Beberapa saat kemudian bendera Merah Putih berkibar kembali di halaman rumahnya.Sebagai seorang republikan tetap setia kepada perjuangan. Pemerintah mengangkatnya menjadi anggota BP KNIP (Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat) sebagai wakil gabungan Kristen. Rumah Sakit CBZ dijadikan tempat penampungan orang-orang Republik ketika seluruh Jakarta sudah dikuasai Belanda. Usahanya itu berhasil sampai terjadinya Agresi Militer II Belanda 19 Desember 1948. Ketika CBZ diambil alih oleh Belanda dan diserahkan kepada pimpinan dr. J.E. Karamoy, kurang lebih 50 orang pegawai rumah sakit yang tetap setia kepada RI ditampung dirumah Yohannes. Dokter Karamoy adalah teman baik Yohannes. Ia tidak menyetujui tindakan Karamoy yang memihak Belanda. Kepada Karamoy dikatakannya,

”Kami sebagai dokter-dokter bangsa Indonesia menganggap hal ini sebagai tikaman dari belakang terhadap kawan-kawan sendiri. Kami tidak akan melupakannya”.Belanda cukup memahami kamampuan Yohannes sebagai dokter yang pengaruhnya amat besar terhadap karyawan-karyawan di CBZ. Karena itu Belanda berusaha menarik Yohannes ke pihak mereka. Untuk itu Belanda mendatangkan Prof, van der Plaats, bekas guru besar Yohannes. Ia mengatakan, bahwa Pemerintah Belanda akan memberi pangkat yang tinggi dan gaji yang besar jika Yohannes bersedia bekerjasama dengan Belanda. Yohannes menolak, malahan secara terang-terangan mengajak rekan-rekannya agar mereka berjuang untuk kepentingan RI.Bersama-sama rekan-rekannya membentuk ”Yayasan Bhakti Mulia” yang melayani dan merawat rakyat. Yayasan ini sekaligus mengumpulkan dana untuk perjuangan.Sejak tahun 1936 membina karir dibidang pendidikan, khususnya pendidikan kedokteran. Ia ikut memberi kuliah pada Fakultas Kedokteran. Karir itu dipeliharanya sampai Indonesia merdeka. Dalam tahun 1946 diangkat menjadi Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Balai Perguruan Tinggi Indonesia (sekarang Universitas Indonesia). Sesudah itu diangkat menjadi Dekan Fakultas tersebut.Ketika Jakarta sudah sepenuhnya dikuasai oleh Belanda, Balai Perguruan Tinggi diungsikan ke Yogyakarta dan Sala. Tetapi beberapa orang Guru Besar tetap bertahan dan tetap memberikan kuliah di Jakarta. Salah seorang diantaranya ialah Prof. Dr. W.Z.Yohannes. Kuliah tidak dapat diberikan diruangan kuliah, tetapi dirumah dosen. Mahasiswanya juga tidak banyak, sebab sebagian ikut mengungsi dan sebagian lagi berjuang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.Sesudah pengakuan kedaulatan,

Universitas Indonesia diaktifkan kembali. Selangkah demi selangkah diadakan perbaikan. Tenaga pengajar dicari yang berpengalaman. Pada bulan Maret 1952 Prof. Dr. Yohannes diangkat menjadi pejabat Presiden (sekarang Rektor) Universitas Indonesia menggantikan Ir. Surakhman. Beberapa orang dosen dikirim ke luar negeri untuk menambah pengalaman dan pengetahuan mereka.

Yohannes sendiri berangkat pula ke luar negeri dalam bulan April 1952. la mendapat tugas selama lima bulan, untuk mempelajari perkembangan rontgen dan organisasi Rumah Sakit di Negeri Belanda, Swiss, Perancis, Jerman Barat, Inggris dan negara-negara Skandinavia serta Timur Tengah dan Asia Tenggara. Sebetulnya pada saat itu kurang sehat. Selain pincang, juga menderita penyakit jantung.Di Negeri Belanda bertugas di Rumah Sakit Bronovo di Den Haag. Belum lama melaksanakan tugas, mendapat serangan jantung dengan mendadak. Dalam perjalanan dari rumah menuju ke Rumah Sakit, beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir. Musibah itu terjadi pada tanggal 4 September 1952. Jenazahnya di istirahatkan selama satu bulan di Den Haag dan kemudian diangkut dengan kapal Mojokerto dari Rotterdam ke Jakarta. Jenazahnya lalu dikebumikan di pekuburan Jati Petamburan, Jakarta.Hingga wafatnya Prof. Dr. W.Z.Yohannes tidak pernah menikah. Ia pernah menjalin cinta dengan Roos van Tjaarden, seorang wanita Belanda, namun ibunya tidak menyetujui perkawinan anaknya dengan wanita asing. Demi kasih dan bakti kepada ibunya, Dr. Yohannes memutuskan hubungan dengan kekasihnya tersebut. Dalam suratnya terakhir kepada Nona Roos van Tjaarden, beliau menyatakan tidak mungkin menjadi warga Negara Belanda.

Pemerintah RI menghargai jasa-jasa yang telah disumbangkan Prof. Dr. W.Z. Yohannes kepada bangsa dan negaranya. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.06/TK/1968, tanggal 27 Maret 1968 Pemerintah RI menganugerahi Prof. Dr. W.Z. Yohannes gelar Pahlawan Kemerdekaan. Penghargaan lain yang diterimanya dari Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (sekarang P dan K) pada tahun 1969 adalah penetapan Prof. Dr. W.Z. Yohannes sebagai “Karyawan Anumerta dibidang Pendidikan dan Pengetahuan”. Namanya diabadikan pula pada nama Rumah Sakit Umum di Kupang.

2.7.18

Upacara "Nggua Mbera" (Masyarakat Adat "Tana Siga Watu Rembu" Ratewati (06-07 Juli 2018)

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano




Foto insert: Kuwu ( balai pertemuan para tokoh adat)


Info seputar Ratewati: Tanah persekutuan adat "Tana Siga Watu Rembu" Ratewati di Dusun Tugasoki Desa Ekoae, Kec Wewaria Kab.Ende Flores Nusa Tenggara Timur.

@ Nggua Mbera (Thanksgiving ceremony) tahun 2018 dilaksanakan pada hari Jumad 06-07 Juli 2018.Ada pun 
Rangkaian upacara:

 @ Jumad 06-07-2018: Semua masyarakat adat dari ke 7 klan berkumpul di kampung adat Tugasoki. ( Kobe lo are mbera ( ka are mbera) atau makan bersama di pelataran Kuwu (balai pertemuan para penggarap dan Mosa laki)

 @ Pada tanggal 06 Juli 3018 (Ghia Mbera, (sodha susu leka embu welu mamo moi) ini merupakan upacara sesudah (ka are mbera) sebagai lanjutan rangkaian acara ka are mbera ditandai dengan acara tandak dan menari bersama (gawi). upacara "Ghia mbera" merupakan upacara pembuka dimulainya Gawi bersama (tandak dan menari bersama).Upacara ini memiliki makna yakni mengisahkan kembali makna upacara "Nggua Mbera" sejak awal mula dilaksanakan yakni dari jaman dahulu yang telah diwariskan oleh nenek moyang hingga saat ini. Semuanya itu terkait dengan karya para penggarap dalam hal pengolahan lahan, penanaman, panen dan akhirnya melaksanakan ujud syukur ke hadirat Sang Kuasa "Du'a Gheta Lulu Wula, Ngga'e Ghale Wena Tana" Tuhan yang bertahta di langit tertinggi dan berpijak pada bumi terdalam".Hal ini sebagai momen a bagaimana memaknai semuanya dengan upacara syukuran atas segala sesuatu yang telah diperoleh dalam kurun waktu setahun ini. Upacara gawi bersama dilaksanakan sampai ke esokan harinya yakni tanggal 07 Juli 2018.

@ Pada malam suntuk, ada sebuah upacara di mana seluruh masyarakat  adat atau para tamu yang hadir diolesi dengan minyak Pada bagian dahinya sebagai simbol Penyucian dan ketentraman jiwa baik                       secara pribadi maupun untuk anggota keluarga atau klan, makna dari upacara ini adalah agar semua yang diolesi minyak mengalami kesejukan hati dan semua niat dan kerjanya senantiasa diberkati.

@ Pada saat subuh, para ibu menyiapkan sesajen berupa nasi dan juga daging kurban (nake manu/ daging ayam) untuk dipersembahkan kepada arwah leluhur dan juga roh-roh para leluhur ataupun roh halus (Nitu pa' i) yang mendiami wilayah tanah persekutuan Siga Rembu Ratewati.

@Sesudah para mosalaki dan juga perwakilan dari setiap klan mempersembahkan sesajen yang dimulai dari rumah klannya sendiri diteruskan dari "Ulu raka eko nua" atau ujung kampung satu sampai yang lainnya. Kemudian itu, semua tokoh adat dan penggarap mengadakan musyawarah bertempat di balai pertemuan adat (kuwu). Agenda yang diangkat biasanya terkait dengan pelanggaran dan denda adat atau juga sengketa lahan di antara para penggarap. Momen Ini dijadikan sebagai evaluasi tahunan terkait pelaksanaan ritual adat di wilayah tanah ulayat terkecil (boge lo,o geto gene).

@Sesudah musyawarah bersama, dilanjutkan dengan penyembelian hewan kurban berupa Babi atau hewan besar lainnya seperti kerbau (Jika ada hal yang sangat mendesak) Hewan kurban ini meliputi hewan yang disiapkan seluruh penggarap atau juga hewan yang diserahkan oleh penggarap secara perorangan terkait dengan pelanggaran adat (sage) atau "Tama sala are" yakni pelanggaran di mana para penggarap memasuki kampung adat dan secara tidak sengaja mendapatkan bulir padi pada keranjang atau di baju atau celana sebelum pelaksanaan ritual "ji'e are" (tama are). Dengan demikia orang yang bersangkutan harus mengakui perbuatan yang telah dilakukannya dengan menerima sanksi adat berupa moke boti, are wati, wawi eko atau manu" atau denda bSehingga semua hewan kurban yang telah disediakan harus disembelih dan dibagikan kepada semuamasyarakat adat yang tersebar pada rumah adat dari 7 Klan. daging tersebut diolah dan dijadikan sebagai lauk pada upacara perjamuan bersama (ka nggera) yaitu sebagai upacara penutup.

@ Pada akhir upacara biasanya para tokoh adat ( mosa laki) mengumumkan larangan atau anjuran terkait hal - hal yang harus dilaksanakan oleh semua penggarap atau disebut (bo bela). Dan akhirnya semua rangakai upacara Ka are mbera atau Nggua Mbera berakhir.

  Kami rina leka kau Ema Siga no'o Rembu

"Mai si kita ana mamo eo Siga Rembu, kita eo mera, kita eo kema Leka tana Siga eo Ria, leka watu rembu eo bewa, mo tau susu nua nama bapu, ria bhaka si kita, we tebo kita ma,e ro, lo kita ma,e baja. We,e tedo kita tembu wesa kita wela, nge bhondo ngere watu lowo, beka kapa ngere ndala ja , mai si kita tau dari nia pase la,e, we,e bebu leka tana eo Siga. Kita Ndu leka ola pera, kita pama leka eo pati" Oh..Embu kami Siga, kau kile kodho, kau peme lele si ola kema meko eo ana mamo kau, ate kami masa ngere pingga jawa, lo kami  molo ngere lelu sina..Dema ata mangu lau laja ghawa, tau mai mbou ria ramba bewa, kau kupe kuba reda lema, kau ponggga, kau rago, we,e kami fai walu ana kalo muri pawe tebo no'o mae, du pu,u mulu du limba leta..ame.

30.5.18

Nelson Mandela Tokoh Revolusioner Afrika Selatan

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano

Kisah inspiratif dari seorang tokoh Dunia berkebangsaan Afrika Selatan Nelson Mandela

Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun oleh lawan politiknya. Di dlm penjara oleh salah seorang sipir dia sering disiksa, bahkan pernah digantung dgn kepala terbalik dan dikencingi, dia hanya berkata:

"Tunggu saatnya.."

Ketika Mandela keluar dari penjara dan kemudian mrnjadi Presiden Afrika Selatan, hal pertama yg dia lakukan adalah meminta pengawal pribadinya utk mencari sipir tsb,  pengawalnya langsung menangkap dan membawa sipir itu ke hadapannya.

Sipir tsb sangat ketakutan, ia mengira Mandela akan membalas dendam, menyiksa dan memenjarakannya, namun ternyata Nelson malah merangkul dan berkata, Hal pertama yg ingin saya lakukan ketika mjd Presiden adalah mengampunimu.

Dia tdk dikuasai kebencian atau niat utk balas dendam terhadap lawan2 politiknya dulu, memenjarakan sipir yg dulu menghina dan menyiksa dirinya. Mandela mengajarkan bagaimana membalas kejahatan dgn kebaikan, kebencian dgn kasih.

Apa yg akan kita lakukan ketika kita sdh begitu dilukai oleh seseorg dan kini kita memiliki kesempatan utk membalas dendam? Maukah kita mengampuni? Seberapa luas dan lapang ukuran hati kita??

Dlm sebuah buku tentang  pengampunan dikatakan: Memaafkan memang tidak bisa mengubah apa yg sdh terjadi di masa lalu, namun akan melapangkan jalan kita ke masa depan.

Kebencian dan sikap tidak mau mengampuni sebenarnya sedang menutup jalan utk masa depan kita sendiri, dan menutup pintu berkat kita.!!

Sesungguhnya, Pengampunan adalah hadiah terbaik yg bisa kita berikan paNelson Mandela dipenjara selama 27 tahun oleh lawan politiknya. Di dlm penjara oleh salah seorang sipir dia sering disiksa, bahkan pernah digantung dgn kepala terbalik dan dikencingi, dia hanya berkata:

"Tunggu saatnya.."

Ketika Mandela keluar dari penjara dan kemudian mrnjadi Presiden Afrika Selatan, hal pertama yg dia lakukan adalah meminta pengawal pribadinya utk mencari sipir tsb,  pengawalnya langsung menangkap dan membawa sipir itu ke hadapannya.

Sipir tsb sangat ketakutan, ia mengira Mandela akan membalas dendam, menyiksa dan memenjarakannya, namun ternyata Nelson malah merangkul dan berkata, Hal pertama yg ingin saya lakukan ketika mjd Presiden adalah mengampunimu.

Dia tdk dikuasai kebencian atau niat utk balas dendam terhadap lawan2 politiknya dulu, memenjarakan sipir yg dulu menghina dan menyiksa dirinya. Mandela mengajarkan bagaimana membalas kejahatan dgn kebaikan, kebencian dgn kasih.

Apa yg akan kita lakukan ketika kita sdh begitu dilukai oleh seseorg dan kini kita memiliki kesempatan utk membalas dendam? Maukah kita mengampuni? Seberapa luas dan lapang ukuran hati kita??

Dlm sebuah buku tentang  pengampunan dikatakan: Memaafkan memang tidak bisa mengubah apa yg sdh terjadi di masa lalu, namun akan melapangkan jalan kita ke masa depan.

Kebencian dan sikap tidak mau mengampuni sebenarnya sedang menutup jalan utk masa depan kita sendiri, dan menutup pintu berkat kita.!!

Sesungguhnya, Pengampunan adalah hadiah terbaik yg bisa kita berikan pada diri kita sendiri.
#bagikankebaikanda diri kita sendiri.
#bagikankebaikan

Nelson Mandela tokoh revolusioner dunia dari Afrika Selatan

22.5.18

Romo Benny Susetyo: Anggota Densus sebagai Para Pejuang Kemanusian

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano



Foto Insert acara ILC (Rm Benny Susetyo, Tokoh Lintas Agama)




Copast:
#ILCDukaKita
Maaf Tulisan ini bukan hasil karya sendiri, namun secara pribadi saya memaknainya sebagai pelajaran hidup yang patut direnungkan menyikapi situasi (serangan teroris) sebagai kejahatan kemanusiaan yang harus ditumpas secara bersama-sama. (kutipan Pernyataan Rm Benny Susetyo)

. . . . . Karny Ilyas :
 Sekarang . . . , Saya pindah ke Tokoh Lintas Agama,  Benny Susetyo ( Romo Benny ) Bagaimana menanggapi
persoalan ini . . . .? ?

. . . . . Romo Benny :
Pertama - tama Kita harus mengucapkan Dukacita, Belasungkawa Terhadap ANGGOTA DENSUS yang layak disebut pejuang KEMANUSIAAN, serta Bayu seorang tata tertib yang menghadang sepeda motor.  Itulah orang - orang yang CINTA kepada kehidupan BUKAN KEMATIAN.  karena mereka adalah pembela - pembela KEHIDUPAN.

. . . TERORISME sebenarnya adalah budaya kematian,  karena bagi mereka NIHILISME, bahwa mereka tidak berpikir lagi tentang hidup, tetapi berpikir tentang kematian. Maka mempersempit ruang gerak mereka itu sangat penting dan harus ada visi yang sama dari ELIT POLITIK.
. . . Kalau kita BERBEDA TAFSIR, maka mereka memanipulasi kebenaran itu. Persoalan kita hari - hari ini adalah kita tidak pernah 1 visi dalam MENGATASI TERORISME karena tafsir yang berbeda.
. . . Terorisme tidak semata - mata mereduksi persoalan ekonomi,  sosial,  tetapi persoalan tentang sebuah cara berpikir mereka.  BAHWA MEREKA MENGANGGAP KEMATIAN ITU JALAN SATU - SATUNYA UNTUK MENCAPAI TUJUAN ITU.
. . . ARTINYA, kita harus menyadarkan kembali bahwa persoalan terorisme tidak bisa dihadapi secara sederhana,  tetapi harus dengan sistematis dengan sebuah pola - pola pendekatan yang berbeda. Dalam pengertian ini PENTINGNYA APARAT KEAMANAN diberikan ruang gerak preventif untuk segera bisa mencegah.
. . . Maka Paus Fransiskus mengatakan,  hentikan kekerasan, tetapi membangun budaya PENGAMPUNAN, PERSAUDARAAN DAN REKONSILIASI.
. . . Apa yang ingin kita katakan ???
Para Bapak Ibu sekalian . . ., Kita sedang menghadapi situasi dimana TERORISME BERJALAN GLOBALIA.  tetapi bangsa ini harus memutuskan tali kekerasan dengan cara KITA TIDAK INGIN MENJADIKAN INDONESIA ITU SEBAGAI SARANG TERORISME. Maka, akar terorisme itu harus dicari tali temali YAITU IDEOLOGINYA yang disebarkan. Maka kita perlu mempersempit ruang itu dan tidak memberikan tempat, DALAM HAL INI MEDIA JUGA PUNYA PERANAN BESAR. maka media harus mengajak masyarakat untuk memerangi terorisme DENGAN LEWAT PENDIDIKAN YANG KRITIS, MEDIA TIDAK PERLU MENAMPILKAN MEREKA ITU DALAM RUANG - RUANG PUBLIK.  ujaran kebencian harus segera dihentikan.

. . . DAN PENTINGNYA JUGA PEMUKA - PEMUKA AGAMA MENGAJARKAN DAMAI,  CINTA, PERSAUDARAAN . . . BUKAN MENGAJARKAN, MENEBARKAN KEBENCIAN,  KETAKUTAN DAN KECEMASAN.

. . . #KITABERDOSA, SEBAGAI TOKOH AGAMA KALAU KITA MENGAJARKAN KEBENCIAN DAN KEMATIAN . . . KARENA KITA CINTA KEPADA TANAH AIR INI, INDONESIA.

. . . Dalam dalam sejarah, saya jamin tidak akan ada pembalasn. Ada 18 kasus gereja di bom,  tidak pernah dibalas.  KARENA KAMI MELIHATNYA INI BUKAN KASUS MENGGUNAKAN AGAMA.

. . . Paus Fransiskus berkata " TERORISME TIDAK ADA KAITAN DENGAN AGAMA. DAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN AGAMA APAPUN "
TERORISME ADALAH IDEOLOGI YANG MENGHANCURKAN KEMANUSIAAN DAN MENGHANCURKAN KEHIDUPAN . . . KARENA MEREKA BUDAYA MAUT DAN BUDAYA KEMATIAN ITU BIANGNYA.
. . . Maka kami berharap,  mari ego politiknya, sekarang saatnya demi bangsa dan negara. Mari kita memajukan peradaban bangsa ini. Dan saatnya POLISI kita beri dukungan dan PEMERINTAH serta PRESIDEN JOKOWI MELAWAN TERORISME SECARA SISTEMATIS.

. . . MAKA perlu ada INSTRUMEN HUKUM dan instrumen hukum itu jangan hanya persoalan defenisi dengan defenisi.  Masalah defenisi tidak akan menjadi masalah, tetapi KEHENDAK BAIK. untuk itulah ELITE POLITIK belum memiliki kehendak baik itu. Tanpa kehendak baik tidak mungkin terjadi. " POLITIK ITU PANDAI MEMAINKAN KATA DEMI KATA TETAPI KEHENDAK BAIK KERAP KALI DILUPAKAN " saatnya para parlemen itu memiliki kehendak baik,  bukan berpikir tentang kepentingan politik, yaitu kesejahteraan rakyat sebagai hukum tertinggi,  bukan politik sebagai kepentingan.

Akhir kata . . . . . . . .

 - DERITA DAN LUKA MEMANG MELUKAI NURANI,  TETAPI JIWA - JIWA MERDEKA TIDAK PERNAH TUNDUK DENGAN KETAKUTAN DAN KEKHAWATIRAN.

- BADAN BISA HANCUR, TETAPI KITA TETAP BERSATU DAN KITA TETAP SETIA DIBAWA PANJI #PANCASILA YANG MENJAGA KEHORMATAN KITA.

- KITA BERSATU KARENA KITA TAK MAU DIPECAH BELAH KARENA KITA CINTA PADA BANGSA DAN NEGARA INI.

- TRAGEDI KEMANUSIAAN INI HANYA BISA DIAKHIRI KETIKA KITA MULAI MEMUTUS TALI KEKERASAN DAN MEMILIKI KEHENDAK YG SAMA, VISI YANG SAMA.

- MARI KITA MEMPERSEMPIT RUANG GERAK MEREKA DENGAN TIDAK MEMBULUNGKAN KEMBALI IDEOLOGI ITU DALAM RUANG PUBLIK.

............ MAKA SAATNYA SATU KATA " MARI KITA PATAHKAN TERORISME DENGAN BAHASA CINTA.  HANYA DENGAN CINTA,  PEMBERIAN DIRI DAN RESPEK TERHADAP MARTABAT MANUSIA, BUDAYA KEMATIAN BISA KITA ATASI "

....... T E R I M A K A S I H ........
🙏🙏🙏❤🙏🙏🙏

25.4.18

Puncak Wolobobo: "Pesona Negeri di atas Awan"

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano

Kisah kami ketika berkunjung ke Puncak Wolobobo 24/04/2018 (Laskar Para Pejuang)



Puncak Wolobobo merupakan salah satu destinasi wisata panorama alam yang paling digandrungi baik wisatawan asing maupun lokal. Tempat wisata ini berjarak 5 Km dari pusat kota Bajawa tepatnya di Desa Turekisa, Ngada Flores NTT. Walaupun penataan puncak Wolobobo sampai saat ini belum seutuhnya rampung (masih dalam tahap pengembangan) namun hal ini tidak menyurutkan antusias pengunjung untuk mengunjugi tempat ini.Entah sekedar melepaskan penat, atau juga mengobati rasa penasaran terkait keberadaan puncak ini.



Daya magis panorama puncak wolobobo luar biasa.Walaupun untuk sekian kalinya kami menginjakan kaki di puncak ini, namun tak pernah merasa bosan atau pun lelah untuk terus kembali ke sana.Mengapa tidak? Eksotis hamparan padang ilalang dan barisan kayu ampupu yang tertata indah membentuk alur sabana kecil membingkai lereng bukit menuju puncak tertinggi Wolobobo. Coba ikuti gambaran berikut.



Kita tidak perlu kwatir dengan akses jalan menuju ke puncak. Usaha mencapai puncak memberikan kita opsi; apakah kita mau memacu kendaraan roda dua atau empat sampai ke puncak? atau juga dengan berjalan kaki mendaki santai jalur treckking ringan menuju puncak idaman? Itulah pilihan kita. Intinya, akses jalannya sudah beraspal dan ditata sampai ke puncaknya. Maka kita tidaklah perlu kwatir.



Puncak Wolobobo kini terus memikat sejuta insan untuk datang dan menapaki  kelokan bukit-biukit kecil yang diapiti dua gunung tinggi menjulang; di kiri ada gunung Ebulobo sebagai ikon Kabupaten Nagekeo dan di bagian kanan terdapat gunung Inerie dengan bentangan pesisir di pantai Aimere. Selain itu juga, kita dapat mengarah pandangan ke seluruh penjuru, maka tampaklah juga ke arah utara terlihat Kota kabut Bajawa dan dataran Turekisa, ke selatan terlihat Jerebu'u, ke bagian barat tampak pesona gunung Inerie, serta ke arah Timur tampaklah Mangulewa dan hamparan dataran subur nan hijau Mataloko.




Puncak Wolobobo juga memberikan kita panorama yang exotis dengan hawa dingin yang diselimuti kabut tebal. Dikala mentari cerah, kita juga akan merasakan panasnya sengatan mentari seolah berada di padang gersang. Dari puncak Wolobobo, di pagi hari kita dapat menyaksikan terbitnya sang mentari di ufuk timur (sunrise) atau pun di saat senja ada suguhan indahnya fatamorgana sang fajar untuk kembali ke peraduannya (sunset), betapa luar biasa bukan? Perlu kita ingat, tak semua tempat, kita dapat menyaksikan momen terbit dan terbenamnya sang fajar hanya berada di satu titik yang sama. Itu sungguh mengagumkan, anda dapat temukan hanya di puncak Wolobobo




Maka para pengunjung memberikan aneka julukan kepada keindahan puncak Wolobobo salah satunya "Negeri di atas awan". Memang, kita akan merasa berada di negeri awan, dimana kabut tebal menyelimuti tempat ini kita akan merasakan dan memandang di sekelilingnya bahwa tempat pijakan kaki kita seolah sedang melayang.pandangan menukik seolah kita berada di angkasa raya...tidak percaya? Buktikan..Puncak Wolobobo akan menjawab rasa penasaran anda...




14.3.18

Gelar Bazar Pada 17 Maret 2018: Undana Bajawa Memupuk Spirit Kreativitas Mahasiswa

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano

Daftar Menu 

Pendidikan Di Luar Domisili (PDD) Undana Bajawa dari waktu ke waktu terus berbenah diri. Lembaga pendidikan tinggi yang kampus utamanya berada di Kupang itu, berkomitmen mewujudkan lembaga yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik namun juga menyeimbangkan mutu dengan spirit kreativitas mahasiswanya.

Kegiatan Bazar 2018 bertujuan memupuk semangat kreativitas seluruh civitas akademika yang selaras dengan tuntutan pasar kerja.Maka dari itu, pada hari Sabtu, 17 Maret 2018, PDD Undana Bajawa akan mengadakan kegiatan Bazar yang berlokasi di halaman gedung Inesina.Kegiatan Bazar akan berlangsung mulai Pukul 13.00 - 21.00 WITA. Bazar kali ini menawarkan beberapa paket makanan dan minuman seperti tampak pada selebran yang diedarkan (tercantum pada leaflet).

Kegiatan Bazar digelar atas inisiatif civitas akademika yang bertujuan penggalangan dana dan turut mendukung dalam safari promosi kampus ke sekolah-sekolah di berbagai daerah sekitar seperti ke wilayah Manggarai, Manggarai Timur dan juga Nagekeo dalam menyambut tahun akademik 2018/2019. Kegiatan Bazar ini diharapkan berdampak pada tersosialisasinya lembaga pendidikan tinggi negeri yang merupakan satu-satunya yang ada di kabupaten Ngada, tandas Ibu Vivi Mole selaku Kasie Tata Usaha PDD Undana Bajawa dalam rapat pembetukan panitia Bazar pada Senin, 12 Maret 2018 lalu.

Hal senada ditegaskan oleh Ibu Nony selaku ketua panitia penyelenggara Bazar 2018 bahwa antusias para civitas akademika dalam mempersiapkan kegiatan Bazar menunjukan bahwa PDD Undana Bajawa terus mendorong keberlangsungan penyelenggaraan lembaga tersebut melalui kegiatan-legiatan produktif sehingga dapat menarik minat para calon mahasiswa dan juga masyarakat sekitar untuk mendaftarkan putra/i mereka ke lembaga pendidikan tersebut.

Kegiatan Bazar ini juga sudah tentu dapat menumbuhkan semangat kerjasama (Team Work) baik bagi para dosen, pegawai dan terlebih bagi para mahasiswa/i dalam menumbuhkan spirit kreativitas untuk menghasilkan karya yang produktif dan berdaya guna baik bagi lembaga maupun bagi individu mahasiswa itu sendiri.

Kegiatan Bazar 2018 ini turut didukung oleh berbagai instansi baik instansin pemerintah maupun swasta serta para pemerharti pendidikan dengan mengajukan proposal yang telah dilakukan oleh panitia Bazar 2018, agar komponen yang ada di rung lingkup pemerintahan kabupaten Ngada dan juga masyarakat sekitar turut andil terhadap keberlangsungan penyelenggaraan PDD Undana Bajawa tersebut. Seluruh civitas PDD Undana Bajawa mengajak semua lapisan masyarakat di kota Bajawa dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam gelaran Bazar 2018 tersebut...Salam PDD Undana Bajawa, dari tanah Ngada untuk Indonesia.


12.3.18

SAGI (Traditional Boxing in Soa)

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano


Photo: Courtesy from Google.com


Sagi
Sagi is a traditional boxing ceremony held in sub-district Soa of Ngada Regency, East Nusa Tenggara Indonesia. It was a part of yearly thanksgiving celebration to the ancestors. In additional, Sagi was a means of communication, as well as strengthen the social bonds among the villagers.  This was a cultural attraction which has been passed on for generation. The event was held periodically on certain dates and move from one village to another. Sagi or traditional boxing also served the two men facing each other in the center of an open field by wearing the traditional sarongs with their upper body bared of a shall. The boxers’ hands were covered with a local kind of glove (Kepo). The Kepo was always made from palm fibers glued together with a sticky liquid made out of palm sap. A wild crowd gathers around the arena and cheer for their heroes. A strike was a strike back and did not hit when the boxers back each other. The Sagi action was about 2 until 3 minutes. The rounds depend on the readiness of the boxers. The event was starting from villages of Mengeruda, Piga, Tarawaja/wulilade, Libunio, Masu and Lo’a. This event was usually held from March until June as annually event. The series of ceremony must be done by the local leader called “Mori Raghu/Rawu Sagi”. The first step of ceremony was the local leader hung the Siri and Pinang  or areca nut called “Teo Heu” on a manghir made from wood  or (Ngadhu) and continued eating Siri pinang and get meals or (Nalo)
The ritual contained the singing in local language or (Tau Pata). The next part of time conducting the traditional dance (Dero) this ritual was singing and dancing as a mass ritual. The location was where the Dero conducting called (Loka) or a field for mass dancing. The Dero ran in one time in the evening. The villagers or the families used this moment for engaging the couple which done the ritual called (Idi Weti) or offered the Siri and Pinang (areca nut) as a symbol of engaging for the couple.  The next day, Sagi held in the inner part of village or (Kisanata). This area was used for the two groups on the east and west part of village (Ulu – Eko).

In Kisanata the Melo or Ie ye of the local boxers before getting fight to the other boxers. The personnel of Sagi ceremony were the boxers (Ata Sagi), two people as the guards (Sike/Zo) of the boxers. They have a responsibility the safety of the boxers. The Sike should be balanced and did not have a block of one boxer. They should be fair or neutral. The other one was a referee (Dheo Woe). He was as the leader on the match or Sagi. The closing ceremony was in the afternoon which cut the coconut (Kela Nio) called Sogo. In the Sogo time, the light should not be turned on. The Sogo means that the villagers wanted to know the harvest for the next year in a good or bad result. 
(Adapted from: https://indahnyaflores.blogspot.co.id/2013/04/tradisional).
 

Uang Bisa Dicari, Ilmu Bisa Digali, namun Kesempatan untuk Mengasihi Orang Tua Takkan Pernah Kembali

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano

#Copast

Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya._

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.

Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata: “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.

Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

_‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya ‘orang tua’ yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. ‘Orang tua’ kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita._

*_Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapapun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita._*

Pengusaha baja/Pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan.
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat:
“Jadikan orang tuamu Raja, maka rezeki mu seperti Raja”.

Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.

_Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya._
_Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, *“Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu"._*

Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja.

Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.

Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.

_Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah: mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar._

_Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya._

Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan.

_Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti._

_UANG bisa dicari, ilmu bisa di gali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali._

😭😭💕

1.3.18

Pengorbanan Para Pengikut Kristus

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano
#Repost Renungan Harian Kristen

BERIKUT INI KISAH AKHIR HIDUP PARA RASUL KRISTUS.

1.MATIUS.
Matius meninggal dunia karena disiksa dan di bunuh dengan pedang di Ethiopia .

2. MARKUS.
Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir) setelah badannya di seret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya .

3. LUKAS.
Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani setelah ia berkhotbah kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan .

4. YOHANES.
Yohanes digoreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih lanjut, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan di asingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara . Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.

5. PETRUS.
Petrus telah di salib dengan kepala di bawah dan kaki diatas. Ia merasa tidak layak untuk mati dan di salib seperti Tuhan Yesus.

6. YAKOBUS.
Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, di lempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama di mana setan membawa Yesus untuk dicobai. Ia meninggal dunia setelah di lempar dari tempat tersebut .

7. YAKOBUS ANAK ZEBEDEUS.
Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yg dipanggil, kepalanya dipenggal di Yerussalem. Pada saat-saat disiksapun, ia tidak pernah menyangkal Tuhan Yesus, bahkan ia berusaha berkhotbah terus bukan hanya kepada tawanan lainnya saja bahkan kepada orang yang menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya sehingga akhirnya orang Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut di hukum dan di penggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yg terakhir sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.

8. BARTOLOMEUS.
Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai Natanael, ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hancur dan terlepas .

9. ANDREAS.
Andreas juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan di ikat disalib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti Yesus”. Pada saat dicambuk ia tidak henti-hentinya berkhotbah terus hingga ajal.

10. THOMAS.
Thomas dilempar ke dalam perapian, tetapi karena masih tetap hidup, ia dihujani dengan tombak hingga mati. Dia mati di India.

11. YUDAS.
Yudas saudaranya Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

12. MATIAS.
Matias adalah Rasul pengganti Yudas Iskariot. Matias mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.

13. PAULUS.
Paulus disiksa degan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah yang paling lama mengalami masa siksaan di penjara. Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.

#RenunganHarianKristen

22.2.18

Pele Pata Ata Du'a Na'u: Memaknai Keseimbangan Alam melalui Petuah Para Leluhur Dalam Bahasa Lio

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano
Pele pata ata du'a nosi:

Ulu diga eko bina, Pere sare one pawe.Nebo dau deka leka deko, eo raki dau ngoa rasi, we'e diga ngere nenu sina, we,e bara ngere pingga jawa. powo sai kopo, tena sai kasa, we'e nua mo'o tu'a keka mo'o maku.Kaju aje ma'e poka pate, we'e ule age ma'e rembu sawe, ki kapa ma'e jengi, kuru tu'u ma'e dutu, ola mbura nora sa gili ola, poka toa ma'e tau ngura luja, titi oto ma'e tiko wolo, ta'u kora bere tiko bege, melo mbebho tiko ela. Gaga bo'o kewi ae, nuwa kea nuwa kena, keta ngere kobe, ngga ngere leja...Pati ngai kita sia ngere leja Siga, rade kita mbara ngere wula ja.

Ola peta dela atau pele pata leka ata du'a welu, we tau na'u nena leka kita ana mamo, we'e jaga nua ola, kita mera leka nua, no kema leka ola..kita we ngai tei leka Ngga'e pati, no leka Du'a eo welu. Du'a gheta lulu wula, Ngga'e ghale wena tana..

Hubungan kai no'o ola tuli gheta, kami mo nosi leka ola jaga kita ghea Tiwo sora atau Ae Tiro Gola Gagi...

Ae Tiro Gola Gagi

Kita masa-masa ana mamo eo Siga Rembu, mera leka tana Ratewati.Nosi no'o ola jama eo maju sawe, Kita muri mera no hand phone eo bheni, ghala pera pati gamba Ae Tiro Gola Gagi we ata eo bebo tau mbe'o, terutama ana lo'o du'a ngara kita. Kami terima kasi bhondo leka ebe aji, eo deki dowa gharu nua Tugasoki tau gheta ulu ae..Ele si iwa ulu ae pu'u tapi, leka Ae Tiro gola Gagi gharu nebu na jadi dowa ulu ae tau minu ka no lau nua Tugasoki - Ekoae.

Dema miu mbana no gheta nu'a ada, du gheta ulu Ae Tiro Gola Gagi kami rina leka dua ngara kita...kita jaga we ae ngala bersih we tau minu ka.Latu ola kema mbana kita tau rusa rasa ulu ae gharu antara lain:

1. Kita rio rasi leka one tiwu tiro atau tiwu sora Gola Gagi.Dema kita rio
rasi one tiwu berarti ae kebu dhemu.Ibarat ae eo rasi lima gha'i  Kita wiki tau pedhe nasu atau minu ka.

2.Kita eo ngonggo ngoa no kura, keba, ana mbo, mongga, kembi, kita gae pesa ka mbana ngoka soa dengan cara welu no'o oba..Ola meko Kema kita ghera na iwa bheni, tau rusa rasa lingkungan ae..jadi ae iwa bersi. Dema fonga mo pesa ka kura keba, kita soa, atau ngoka we, ndu leka ata du'a pera, embu welu mamo moi.

Leka eo tuli na aku iwa si mo jaga lara, oa penda atau bheri denda
ebe aji, ka'e sa iwa, menga aku mo nosi we, we,e tana watu kita tu'a ma'e tau ghura luja.Tana watu tu'a do du'a kita tau, iwa sa ata mangu lau laja ghawa sa iwa.Dema miu rasa ola nosi na molo, pera si leka aji Ka'e kita na..nosi mbe'o gare keku..Seru ma'e ria waka ma' e tu'a..we muri pawe kita sare, we kema kita gena ghewi kita sai..

Salam Ana Mamo Siga Rembu Ratewati. 

12.2.18

Mengenal Ritual Adat "Pu Pati Jawa" Masyarakat Adat Tugasoki-Ratewati

VOXRATEWATI.Com. By Wara Cypriano


Foto Insert: Upacara inisiasi 2 wanita menjadi pemangku "Pu Pati Jawa"


Pelestarian tradisi lokal merupakan tanggung jawab bersama.Adat istiadat dan tradisi budaya mengadung nilai-nilai luhur baik yang tersirat maupun tersurat sebagai pedoman hidup bagi seluruh masyarakat adat yang mendiami suatu tanah persekutuan. Perubahan jaman dewasa ini acap kali menggerus, bahkan mengabaikan warisan leluhur yang telah berabad-abad dan dilestarikan secara turun temurun. Namun, untuk menangkal arus tersebut maka para masyarakat adat sampai saat ini masih menjujnung tinggi nilai-nilai luhur warisan para leluhur baik dalam bentuk seremonialnya maupun nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.Pelaksanaan dan penghayatan nilai luhur harus diinternalisasikan oleh seluruh kelompok atau masyarakat adat tersebut.

Hal ini juga terjadi pada masyarakat adat tanah persekutuan "Siga Rembu Ratewati" yang pusat penyelenggaraan ritual adatnya di Kampung Adat Ratewati-Tugasoki  (Ratewati-Tugasoki Traditional Village & Cultural Heritage Site) desa Ekoae, Kec.Wewaria Kab.Ende Nusa Tenggara Timur. Atau berjarak 74 Km ke bagian utara dari kota Ende.

Di tanah persekutuan masyarakat adat "Siga Rembu Ratewati" ini terdapat 7 klan atau disebut "Lika Limarua" atau disebut juga "Embu Lima Rua" yang salah satunya adalah "Embu Kaki". Selain "Embu Kaki ada pun klan yang lainnya memiliki pantangan adat (Pire) misalnya anak laki-laki sulung tidak boleh memakan daging babi, atau pantang memakan kacang-kacangan, ada juga tidak boleh membunuh jenis ular tertentu. Klan ini ( Embu Kaki) terdiri dari beberapa rumah adat namun tidak semuanya memiliki tradisi  "PU PATI JAWA".Frase "PU PATI JAWA" berasal dari kata bahasa Lio yaitu "PU" artinya bakar dan "Jawa" artinya Jagung. Jadi "PU PATI JAWA" adalah sebuah upacara memakan jagung muda bagi para ibu (isteri).

Tradisi "Pu Pati Jawa" dilaksanakan pada saat musim panen jagung muda.Itu artinya sebagai upacara pembuka sebelum memakan jagung muda.Upacara ini diperuntukan bagi para Ibu (istri) yang suaminya berasal dari klan (Embu Kaki) sedangkan suami atau anaknya laki-laki atau perempuan bisa mengkonsumsi jagung muda sebelum upacara ini dilaksanakan. Jika suami dan anak-anak mengkonsumsi jagung muda maka perlu menghindari agar rambut jagung, bekas pada piring atau wadah harus segera dibersihkan sehingga tidak diinjak atau dikonsumsi oleh istri atau ibu mereka, hal ini disebut "pire" atau ma'e selo kebho. 

Upacara "Pu Pati Jawa" diawali dengan seremoni utama yang disebut "Pu dan Pati" artinya jagung muda itu dibakar oleh 2 wanita (Para Ibu) sebagai pemangku yang memiliki wewenang dalam rumah adat tersebut. Kedua wanita  didampiangi oleh para suaminya yang pertama membakar jagung muda dan selanjutnya dimakan. Dan itu artinya para ibu (istri) sudah diperbolehkan untuk memakan jagung muda atau disebut "Mi Jawa atau Ji'e jawa".


Ritual bakar jagung

Ada pun tahapan upacara "Pu Pati Jawa"
1. Jagung muda di panen dari ladang yang didalamnya di tanam padi dan jagung jika hanya ditanami jagung saja maka jagung itu tidak bisa dijadikan sebagai "Pu Pati Jawa) jagung muda harus berasal dari keluarga  "Embu Kaki" (bukan dari klan lain) jumlah jagung (batang) yang dipanen sesuai dengan jumlah para isteri.

2. Jagung muda yang sudah dipanen di bawah ke rumah adat dari klan itu untuk dilakukan upacara "Pu Pati". Pada upacara ini para anggota keluarga menghadiri dan menyaksikan upacara tersebut ( biasanya 1 malam).

3. Sesampainya di rumah adat, ke 2 istri (sebagai pemangku) melakukan ritual yang dimulai dengan penyembelian hewan kurban berupa ayam dan nasi sebagai bahan sesajen bagi arwah leluhur. Dan dilanjutkan dengan bakar jagung (bukan direbus)
Pada saat membakar jagung maka jagung itu jangan terlalu terbakar agar mwngindari bunyi (atau bunyi mengkal  pada saat dibakar), tidak boleh buang angin.

4. Setelah dibakar maka jagung itu dimakan oleh ke 2 ibu tersebut dengan pantangan tidak boleh batuk, membuang angin dan tidak memakan sampai havis 1 tongkol jagung tersebut (disisakan beberapa baris)

5. Setelah ke 2 wanita tersebut memakan jagung muda maka dilanjutkan dengan para wanita yang lain untuk membakar jagung muda pada tungku yang sama dan memakannya.

Setelah melewati tahapan di atas maka upacara "Pu Pati Jawa" selesai.

Catatan: Para isteri tidak diperbolehkan untuk memakan jagung muda sebelum upacara "Pu Pati Jawa" dilaksanakan. Jika hl ini disengaja maka akan mendapat musibah atau mengalami gatal-gatal pada tubuh terutama pada organ vital.